Wednesday, August 17, 2011

Penentuan Keputusan Make (membuat) or Buy (membeli) Setiap Part

Penentuan Keputusan Make or Buy Setiap Part


    Pengambilan keputusan untuk membuat atau membeli part dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti:

•    Biaya yang dibutuhkan, apakah lebih murah membeli atau membuat sendiri
•    Jumlah part yang dibutuhkan, bila jumlahnya terlalu sedikit akan sulit untuk menemukan supplier yang bersedia untuk membuatnya
•    Kompleksitas part, apakah part sangat kompleks sehingga memungkinkan supplier membuat part tidak sesuai dengan yang diinginkan
•    Menjaga kerahasiaan desain part perusahaan
•    Untuk menjaga kualitas part sesuai dengan standard perusahaan
•    Waktu yang dibutuhkan untuk membuat part
•    Kemampuan perusahaan dalam membuat part
•    Prefrensi merk tertentu
•    Ketersediaan tenaga ahli yang dimiliki perusahaan


Upper Base & Bracket Lower Arm
Upper base & bracket lower arm merupakan part inti dari dongkrak. Lamanya durasi yang dibutuhkan untuk membuat kedua part ini tentu membutuhkan presisi tinggi dalam proses pembuatannya, sehingga perusahaan memutuskan untuk membuat sendiri kedua part iniMembuat sendiri kedua part ini tentu akan menjaga kualitas serta kerahasiaan desain produk perusahaan. Kemapuan perusahaan yang memiliki mesin press tentu akan menghemat biaya untuk membuat sendiri daripada membeli. (make)

Upper Arm & Lower Arm
Upper arm & lower arm juga merupakan part inti dari dongkrak. Kompleksnya bentuk kedua part ini dapat menyebabkan supplier memproduksi part yang tidak sesuai dengan yang diinginkan. Proses produksi part yang tidak memakan waktu yang banyak juga menjadi pertimbangan perusahaan untuk membuat sendiri kedua part ini. (make)

Bolt Shaft
Bolt shaft merupakan komponen kritis pada dongkrak. Keakuratan dan kepresisian komponen juga sangat dibutuhkan agar dongkrak dapat digunakan dengan baik. (make)

Nut Shaft & Bush Shaft
Kedua part ini merupakan komponen yang membutuhkan keakuratan yang tinggi agar dapat diassembly dengan komponen kritis lainnya. Singkatnya waktu yang dibutuhkan serta sedikitnya material yang terbuang dalam proses pembuatan kedua part ini juga menjadi pertimbangan perusahaan untuk membuat sendiri kedua komponen ini. (make)

Bracket Handle & Stopper Bush

Bracket handle & stopper bush termasuk komponen yang sederhana dan mudah untuk dibuat. Besarnya material yang terbuang berdampak juga pada biaya yang dikeluarkan untuk membuat sendiri. Keakuratan dan kepresisian pada komponen juga tidak terlalu berdampak besar pada dongkrak sehingga lebih baik membeli komponen daripada membuat sendiri. (buy)


Fastener (Bolt Hex Socket M5x10, Bolt Hex Socket M8x10, Bolt LM4x16, Ring M8, Ring M5)
 Semua fastener tidak ada yang dibuat sendiri oleh perusahaan. Supplier fastener sudah memiliki standard fastener yang sudah menjadi konvensional secara universal sehingga akan lebih mudah dan murah bila membeli dari supplier.  Selain itu fastener dibutuhkan dalam jumlah yang cukup besar sehingga akan lebih murah bila dibeli. (buy)

Penjelasan Keberadaan Perencanaan Proses Dalam Grand Design Manufaktur


Berikut Penjelasan Keberadaan Perencanaan Proses Dalam Grand Design Manufaktur  

 
Dari tabel siklus manufaktur diatas, posisi perencanaan proses berada setelah riset pasar dan perancangan produk. Di dalam dunia industri riset pasar dilakukan untuk mengetahui produk seperti apa yang dibutuhkan oleh konsumen dan kondisi persaingan pasar produk tersebut, sedangkan perancangan produk dilakukan berdasarkan hasil dari riset pasar. perencanaan proses sendiri berada dalam lingkup sistem manajemen produksi yang berhubungan langsung dengan proses aliran material serta pengendalian produksi seperti terlihat pada gambar dibawah ini :


perencanaan proses secara definisi ialah persiapan mengenai urutan pengerjaan yang menjelaskan bagaimana memproduksi suatu barang atau menggabungkan sebuah bagian-bagian part menjadi sebuah produk jadi yang memenuhi spesifikasi desain teknik. (bedworth)
pada praktikum kali ini digunakan beberapa tools untuk melakukan perancanaan proses yaitu Lembar Rencana Proses (LRP), Assembly Chart (AC), Precedence Diagram (PD), Bill of Material (BOM) dan Operation Proses Chart(OPC) yang kesemuanya itu memberitahukan informasi mengenai urutan pengerjaan, mesin dan tools yang digunakan, material yang diibutuhkan, toleransi, parameter permesinan dan semua yang dibutuhkan untuk dibawa ke proses selanjutnya yaitu proses perancangan metode kerja, penghitungan waktu standar dan perbaikan produktivitas sebelum akhirnya masuk kelantai produksi.
Keberhasilan dalam satu siklus manufaktur sangat dipengaruhi oleh perencanaan proses terutama dalam hal effisiensi dan effektivitas yang tentunya akan secara langsung mempengaruhi produktivitas suatu perusahaan.

Laporan Praktikum PTI1 Modul 1 TI-ITB 2011/2012

Thursday, August 4, 2011

Tips Sukses Menyusun (Merancang) Bisnis Plan (Template dan Contoh)

Business Plan (Rencana Bisnis) 

Adalah dokumen tertulis yang mendeskripsikan bisnis yang Anda ingin mulai dan bagaimana mengupayakan agar bisnis itu menguntungkan. Rencana Bisnis biasanya dimulai dengan pernyataan yang menguraikan secara singkat maksud dan tujuan bisnis dan selanjutnya bagaimana cara pemilik bisnis akan mewujudkan tujuan itu, termasuk strategi pemasaran terperinci. Rencana Bisnis yang lengkap juga mengandung analisa balik-modal, proyeksi rugi-laba, dan analisa arus kas yang dirancang untuk memperlihatkan bahwa jika bisnis berkembang sesuai harapan, ia akan menghasilkan uang.
 
Apakah perlu membuat Rencana Bisnis sekalipun kita tidak akan meminjam uang?

Tentu saja. Rencana Bisnis bukanlah sekedar pajangan di etalase untuk menarik investor potensial atau sekedar memasarkan bisnis Anda ke pemberi kredit potensial. Rencana Bisnis yang bagus seharusnya menjual Anda, pemilik potensial, tentang kelangsungan hidup keuangan dan kesehatan dari ide bisnis Anda. Menciptakan Rencana Bisnis akan memaksa Anda untuk memikirkan hal-hal  penting sebelum Anda memulai bisnis Anda misalnya bagaimana Anda akan mengumpulkan uang dan apa strategi pemasaran dan biaya awal yang Anda proyeksikan dan akan menolong Anda memastikan apakah ide Anda itu ampuh.


Kalau Anda menulis Rencana Bisnis, lengkap dengan analisa balik-modal, perkiraan rugi-laba, dan proyeksi arus kas, Anda dapat mengolah ide Anda dan memperbaikinya sebelum Anda memulai bisnis. Di sisi lain, Anda bisa secara jujur melihat angka-angka bisnis Anda dan mungkin menemukan bahwa keuntungan yang diharapkan tidak bisa terwujud. Dalam hal ini, salah satu maksud terpenting dari penulisan Rencana Bisnis adalah untuk memberitahukan Anda agar tidak membuka bisnis yang buruk.


Bagaimana menulis Rencana Bisnis?
Struktur, isi, dan format dari Rencana Bisnis Anda akan bergantung kepada ide bisnis dan audiens yang Anda sasar. Kalau Anda sedang mencoba untuk mengumpulkan uang dari investor atau meminjam uang dari bank, Rencana Bisnis Anda harus menyajikan data keuangan dan riset pemasaran dalam satu paket mulus yang profesional. Pada sisi lain, kalau Anda sedang membiayai bisnis Anda sendiri, Anda mungkin saja tidak perlu demo penjualan (dan kertas yang mahal), tapi prinsip dasarnya tetap sama: Kerjakanlah kewajiban Anda dan ciptakan Rencana Bisnis yang memberikan Anda gambaran realistis dari bisnis yang Anda usulkan.

Hal-hal penting dari Rencana Bisnis

Sebelum Anda dapat memulai atau memperluas bisnis, Anda perlu memastikan bahwa Anda atau perusahaan Anda telah bersiap-siap untuk mulai atau ekspansi.  Hal pertama yang Anda perlu lakukan sebelum Anda mulai memikirkan pembiayaan bisnis Anda adalah menulis Rencana Bisnis terperinci.  Ikuti tahapan di bawah ini untuk melengkapi Rencana Bisnis yang layak untuk Anda sampaikan bersama dengan aplikasi pembiayaan Anda ke lembaga keuangan atau pemberi kredit.

LANGKAH 1: Tulis Pernyataan Tujuan

Ini harus berupa satu narasi pendek yang biasanya tidak lebih dari satu atau dua alinea.  Maksud dari Pernyataan Tujuan ini adalah untuk menyatakan garis besar tujuan bisnis baru Anda.  Kalau Anda terbiasa dengan “Pernyataan Misi” pada dunia perusahaan, maka inilah padanannya untuk bisnis Anda.



LANGKAH 2: Tulis Deskripsi Bisnis


Deskripsi Bisnis harus menguraikan secara singkat persisnya apa Rencana Bisnis yang Anda jual, dimana rencana beroperasinya, dan kepada siapa Anda berencana menjualnya.  Deskripsi Bisnis biasanya sepanjang satu atau dua halaman, dan harus mencakup:

 1. Lokasi dari bisnis Anda.  Di sini Anda menjelaskan dimana Anda berencana akan mengoperasikan bisnis Anda.  Kalau Anda telah memikirkan satu lokasi khusus, cantumkanlah di sini.  Kalau Anda berencana menjalankan bisnis Anda dari rumah, atau bisnisnya bergerak (berpindah-pindah), deskripsikanlah secara detil di sini.

  2. Cantumkan jam kerja.  Anda perlu mendaftarkan jam dan hari buka dari bisnis Anda.

 3. Berapa lama bisnis Anda telah eksis.  Uraian ini perlu diterapkan kalau Anda sedang menulis Rencana Bisnis ini untuk memperluas bisnis Anda yang sudah ada.  Kalau Anda sedang mengawali bisnis baru, maka Anda bisa mengabaikan langkah ini. 

 4. Cantumkan profil pelanggan.  Di bagian ini, Anda perlu mendeskripsikan serinci mungkin seperti apa profil dari pelanggan rata-rata Anda.  Usahakan untuk mencantumkan daerah tempat tinggal pelanggan Anda, atau alasan kenapa mereka sering berbisnis dengan Anda.  Di sini Anda benar-benar menguraikan secara singkat ke pemodal potensial tentang demografis dari pelanggan-pelanggan Anda.


Baca Artikel Lanjutan dan template serta contoh bisnis plan dengan mendownload ebooknya di [sini]

Selamat Menjadi Entrepreneurship sejati, karena Indonesia memang butuh banyak Entrepreneurship untuk menjadikan Indonesia lebih baik dan bermartabat.