Showing posts with label Perancangan Teknik Industri. Show all posts
Showing posts with label Perancangan Teknik Industri. Show all posts

Monday, April 29, 2013

Apa itu Pengertian VISI, MISI, VALUE, BELIEF Perusahaan

Apa itu Pengertian  VISI, MISI, VALUE, BELIEF Perusahaan

Berikut dijelaskan pengertian dan definisi VISI, MISI, VALUE, BELIEF Perusahaan. anda dapat melihat contoh aplikasi VISI, MISI, VALUE, BELIEF Perusahaan pada link berikut: [klik]

Apa itu Pengertian  VISI, MISI, VALUE, BELIEF Perusahaan
Apa itu Pengertian  VISI, MISI, VALUE, BELIEF Perusahaan

VISI

Visi  adalah keinginan   akan  keadaan   di  masa   mendatang yang   dicita-citakan   oleh  seluruh   anggota mulai dari jenjang paling bawah hingga yang paling atas.. Cita-cita di masa depan  yang ada di benak pimpinan perusahaan yang mewakili seluruh anggota perusahaan inilah yang menjadiaan inilah yang menjadi

visi dari suatu perusahaan. Suatu visi yang baik harus memiliki kriteria sebagai berikut:
  1.  Memenuhi keinginan StakeholderStakeholder
  2.  Sesuai dengan kondisi organisasiSesuai dengan kondisi organisasi
  3.  Menetapkan dalam standar yang paling tinggiMenetapkan dalam standar yang paling tinggi
  4.  Menjelaskan tujuan dan arah perusahaanMenjelaskan tujuan dan arah perusahaan
  5.  Menginspirasi dan mendorong untuk berkomitmenMenginspirasi dan mendorong untuk berkomitmen
  6.  Merepresentasikan keunikan organisasiMerepresentasikan keunikan organisasi
  7.  Mudah diucapkan dan dimengertiMudah diucapkan dan dimengerti
  8.  Ambisius

MISI


Misi merupakan langkah-langkah operasional untuk mencapai visi perusahaan. Misi adalah sesuatu
yang harus dilaksanakan oleh organisasi agar tujuan organisasi dapat terlaksana dan berhasil dengan baik.


VALUE AND BELIEF


Value adalah   nilai-nilai yang  menjadi  landasan   perilaku  dan motivasi  karyawan serta  persepsi   karyawan mengenai   Perusahaan Perusahaan  (Robbins, 2003).   Pengertian  lain   tentang value  adalah kode  moral dan  etika yang  menjadi penentu  apa  yang  sebaiknya  dilakukan  oleh perusahaan dan menunjang tercapainya visi perusahaan.perusahaan dan menunjang tercapainya visi perusahaan.

Contoh Aplikasi Visi Misi Value dan Belief Perusahaan



Contoh Aplikasi Visi Misi Value dan Belief Perusahaan


Berikut diberikan Contoh Aplikasi Visi Misi Value dan Belief Perusahaan. kasusnya ialah sebuah perusahaan manufaktur yang memproduksi dongkrak. semoga bermanfaat.

Contoh Aplikasi Visi Misi Value dan Belief Perusahaan
Contoh Aplikasi Visi Misi Value dan Belief Perusahaan


Visi Perusahaan
Menjadi perusahaan dongkrak kelas dunia yang memiliki standar kualitas terbaik dan tingkat kepuasan konsumen tertinggi.

Misi Perusahaan
1. Mempertahankan dan meningkatkan kualitas produk
2. Menjalankan bisnis pembuatan dongkrak yang berorientasi pada kepuasan konsumen dan seluruh perangkat yang berhubungan dengan perusahaan.
3. Menjalankan kegiatan usaha yang ramah lingkungan
4. Memiliki sumber daya manusia yang mampu bersaing di kancah internasional

Value
Kredibilitas Tinggi
-Mampu memberikan kemampuannya yang terbaik secara konsisten
Integritas
-Menjalankan pekerjaan dan wewenangnya dengan penuh tanggung jawab tanpa melakukan tindak kecurangan
Loyalitas
-Memiliki kesetiaan terhadap para konsumen serta
Berpikiran terbuka
-Mau menerima ide-ide baru dan mampu mengembangkannya

Belief
Kami percaya dengan memiliki loyalitas, kredibilitas, integritas yang tinggi, serta berpikiran terbuka akan mampu membawa perusahaan menjadi produsen dongkrak kelas dunia dengan kualitas dan pelayanan konsumen terbaik. 

by: AUS91 belajar-industri.blogspot.com

Saturday, March 31, 2012

Contoh aplikasi penggunaan decision tree di industri


Contoh aplikasi penggunaan decision tree di industri

Beberapa contoh pemakaian Decision Tree adalah antara lain:
·         Dapat membantu untuk mendiagnosa penyakit tertentu, seperti hipertensi, kanker, stroke, dan lain-lain, sehingga dapat mempermudah dalam industri rumah sakit
·         Untuk membantu kita dalam memilih barang yang akan dibeli sesuai dengan kriteria dari kebutuhan barang tersebut.
·         Untuk memilih pegawai teladan dalam suatu perusahaan dengan kriteria tertentu.
·         Dapat membantu mendeteksi gangguan pada jaringan komputer perusahaan seperti untuk mendeteksi virus di computer.

Contoh Kasus:
1.       Sebuah perusahaan sedang mempertimbangkan apakah harus tender untuk dua kontrak (MS1 dan MS2) yang ditawarkan dari sebuah departemen pemerintah untuk penyediaan komponen-komponen tertentu. Perusahaan ini memiliki tiga pilihan:
·         tender MS1 saja; atau
·         tender untuk MS2 saja; atau
·         tender baik MS1 dan MS2.
Jika tender yang disampaikan perusahaan akan dikenakan biaya tambahan. Biaya ini harus sepenuhnya diperoleh kembali dari harga kontrak. Risikonya, tentu saja, adalah bahwa jika tender tidak berhasil perusahaan akan telah membuat kerugian.
Biaya tender untuk kontrak hanya MS1 adalah £ 50.000. Biaya pasokan komponen jika tender berhasil akan £ 18.000. Biaya tender untuk kontrak hanya MS2 adalah £ 14.000. Biaya pasokan komponen jika tender berhasil akan £ 12.000. Biaya tender untuk kedua MS1 kontrak dan kontrak MS2 adalah £ 55.000. Pasokan komponen biaya jika tender berhasil akan menjadi £ 24.000.
Untuk setiap kontrak, harga tender mungkin telah ditentukan. Selain itu, penilaian subyektif telah dibuat dari probabilitas mendapatkan kontrak dengan harga tender tertentu seperti yang ditunjukkan di bawah ini. Catatan di sini bahwa perusahaan hanya bisa mengirimkan satu tender dan tidak bisa, misalnya, menyerahkan dua tender (dengan harga yang berbeda) untuk kontrak yang sama.
Pohon keputusan untuk masalah ditampilkan di bawah.
2.       Metal Penemuan Group (MDG) adalah perusahaan yang dibentuk untuk melakukan eksplorasi geologi tanah dalam rangka untuk memastikan apakah deposit logam signifikan (layak eksploitasi komersial lebih lanjut) hadir atau tidak. MDG saat ini memiliki opsi untuk membeli langsung sebidang tanah untuk 3m £.
Jika MDG melakukan pembelian sebidang tanah ini maka akan melakukan eksplorasi geologi tanah. Pengalaman masa lalu menunjukkan bahwa untuk jenis bidang tanah yang dipertimbangkan eksplorasi geologi biaya sekitar £ 1 juta dan hasil deposito logam yang signifikan dengan probabilitas sebagai berikut:
·         mangan 1%
·         emas 0,05%
·         perak 0,2%
Jika mangan ditemukan maka sebidang tanah dapat dijual untuk £ 30 juta, jika emas ditemukan maka sebidang tanah dapat dijual untuk 250 m £ dan jika perak menemukan sebidang tanah dapat dijual untuk £ 150m. jika mereka ingin, membayar £ 750.000 untuk hak untuk melakukan eksplorasi tes tiga hari sebelum memutuskan apakah akan membeli sebidang tanah atau tidak. Seperti tiga hari tes eksplorasi hanya dapat memberikan indikasi awal apakah deposit logam signifikan hadir atau tidak dan pengalaman masa lalu menunjukkan bahwa tiga hari tes eksplorasi biaya £ 250.000 dan menunjukkan bahwa deposit logam signifikan yang hadir 50% dari waktu.Jika eksplorasi tes tiga hari menunjukkan deposit logam signifikan maka kemungkinan menemukan peningkatan mangan, emas dan perak untuk 3%, 2% dan 1% masing-masing. Jika eksplorasi tes tiga hari gagal untuk menunjukkan deposit logam signifikan maka kemungkinan menemukan penurunan mangan, emas dan perak menjadi 0,75%, 0,04% dan 0,175% masing-masing.

Analisis Penentuan Kategori untuk Variabel Prediktor


Analisis Penentuan Kategori untuk Variabel Prediktor

Pada pembuatan decision tree dalam sistem pendukung keputusan, dari variabel prediktor yang ada, kami membuat kategori-kategori di dalam variabel tersebut. Variabel keputusan yang belum memiliki pembagian yang jelas harus dikategorikan, karena agar dapat digunakan untuk membuat decision tree data-data tersebut harus dikelompokkan terlebih dahulu supaya pembagiannya jelas dan decision tree menjadi lebih efisien. Makin banyak kategori yang ada dalam suatu variabel prediktor maka makin akurat juga keputusan yang akan dihasilkan. Ada dua variabel prediktor yang kami kategorikan yaitu antara lain:

·            Gaji
          Variabel gaji ini kami bagi menjadi tiga kategori yaitu:
-Rendah, dengan range 900.000-2.000.000 rupiah
-Sedang, dengan range 2.000.000-3.500.000 rupiah
-Tinggi, dengan range 3.500.000-6.500.000 rupiah
- 
·            Usia
          Variabel usia ini kami bagi menjadi tiga kategori yaitu:
-Muda, dengan range 19-25 tahun
-Sedang, dengan range 26-35 tahun
-Tua, dengan range 36-46 tahun
Batas atas dan batas bawah dari pembagian kategori gaji dan usia ini kami dapatkan dari nilai terkecil dan terbesar dari data variabel prediktor yang telah ada, kemudian pengelompokkan berdasarkan range tersebut kami asumsikan berdasarkan logika yang sesuai dengan keadaan nyata. Seperti range usia muda yaitu 19-25 tahun masih dikatakan muda untuk usia seseorang.

Analisis Variabel Prediktor

Analisis Variabel Prediktor

Pada pembuatan decision tree dalam proses pengambilan keputusan, terdapat variable-variabel yang digunakan untuk membantu kita untuk mengambil keputusan yang disebut variable predictor. Variabel predictor dijadikan sebagai pertimbangan dari suatu data dalam pengambilan keputusan, variabel ini dapat menggambarkan karakteristik data.
Dari suatu variable prediktor, kategori yang dimiliki dapat berjumlah lebih dari satu dan bersifat kualitatif serta kuantitatif, makin banyak kategori yang ada maka makin akurat juga hasil pengambilan keputusan yang didapatkan. Adapun variable-variabel yang kami gunakan dalam membuat decision tree untuk menentukan bonus pegawai pada Divisi Sumber Daya Manusia ini adalah:
·         Marital Status (Status Pernikahan)
Variabel ini menggambarkan status pernikahan dari para pegawai yang bekerja pada PT. PTI. Status pernikahan dibagi menjadi Single  (S) dan Married(M), hal ini dapat menentukan dalam pembuatan keputusan untuk memberikan bonus atau tidak kepada pegawai. Berdasarkan decision tree yang telah kami buat, didapatkan kecenderungan bahwa pegawai yang sudah menikah lebih banyak yang mendapatkan bonus dibandingkan dengan pegawai yang belum menikah.
Hasil tersebut dapat disebabkan oleh beberapa pertimbangan yang dilakukan oleh divisi SDM, yaitu antara lain: pegawai yang berstatus telah menikah pasti membutuhkan penghasilan yang lebih banyak dibandingkan dengan yang belum menikah, karena pegawai yang telah menikah memiliki tanggung jawab yang lebih besar untuk menghidupi anggota keluarganya (anak dan suami/istri mereka), sedangkan pegawai yang belum menikah, tanggung jawabnya masih kepada diri dia sendiri saja, dan dirasa belum membutuhkan untuk mendapatkan bonus , maka dari itu divisi SDM cenderung untuk memberikan bonus kepada pegawai yang telah menikah.

·            Jenis Kelamin
Variable ini menunjukkan jenis kelamin dari para pegawai PT. PTI ini. Jenis kelamin dibagi menjadi Female (F) dan Male (M). variable ini berpengaruh terhadap keputusan pemberian bonus atau tidak kepada pegawai. Pegawai yang berjenis kelamin wanita memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk dipilih dalam menerima bonus dari perusahaan. Hal ini dapat disebabkan oleh kebutuhan pribadi wanita yang lebih banyak daripada laki-laki, pegawai wanita dapat bekerja lebih rajin dan rapi daripada pegawai laki-laki, bagi wanita yang telah mempunyai anak dan tetap bekerja dengan baik berarti komitmen yang di punya terhadap pekerjaannya bcukup besar, dari alasan-alasan tersebut yang membuat wanita dirasa lebih membutuhkan pendapatan yang lebih berupa bonus.

·            Gaji
Variabel ini menunjukkan besar gaji yang didapatkan oleh para pegawai dari PT. PTI. Besar gaji kami bagi menjadi tiga kategori yaitu Rendah dengan range900.000-2.000.000 rupiah, Sedang dengan rangegaji 2.000.000-3.500.000 rupiah dan Besar dengan range 3.500.000-6.500.000. Besar gaji yang didapatkan oleh para pegawai mempengarui keputusan untuk pemberian bonus. Pegawai dengan gaji rendah cenderung dipilih sebagai penerima bonus dibandingkan dengan pegawai dengan gaji yang tinggi, karena pegawai dengan gaji yang rendah dinilai lebih membutuhkan tambahan penghasilan karena gajinya yang rendah tersebut, sedangkan pegawai yang gajinya lebih besar dirasa lebih tercukupi untuk memenuhi kebutuhannya.

·            Usia
Variabel ini menunjukkan usia dari para pekerja di PT. PTI. Usia dari para pegawai ini kami bagi menjadi tiga kategori yaitu usia muda dengan range 19-25 tahun, usia sedang dengan range 26-35 tahun, dan usia tua dengan range26-46 tahun. Usia pegawai merupakan salah satu faktor untuk membuat keputusan mengenai pemberian bonus. Pegawai dengan usia yang tua memiliki probabilitas yang lebih besar untuk mendapatkan bonus dibandingkan pegawai dengan usia sedang atau muda. Pegawai yang berusia tua biasanya telah memiliki keluarga sehingga mereka memiliki tanggung jawab yang lebih besar untuk menghidupi anggota keluarganya, selain itu makin tua seseorang maka dibutuhkan perawatan kesehatan yang lebih daripada orang yang lebih muda, seperti kebutuhan obat-obatan dan lainnya, maka dari itu pegawai yang berusia tua lebih cenderung mendapatkan bonus dari perusahaan.