Wednesday, August 27, 2014

Contoh Proposal Kerja Praktek Mahasiswa

Contoh Proposal Kerja Praktek Mahasiswa

PENDAHULUAN

1.                   Latar Belakang
Pada era globalisasi ini, setiap individu dituntut untuk dapat meningkatkan kualitas diri dan profesionalisme, sehingga mampu menjadi individu yang siap berkompetisi serta bersaing sehat di segala sektor, khususnya dalam sektor industri. Tuntutan tersebut muncul karena dalam dunia industri, lulusan perguruan tinggi harus dapat menjadi seorang problem solver atas segala permasalahan yang muncul di sana.

Untuk memenuhi tuntutan tersebut dan untuk mencapai tujuan pendidikan yang utuh di perguruan tinggi, sangatlah kurang apabila mahasiswa hanya mengandalkan pengetahuan teoretis yang diperoleh dari bangku kuliah. Oleh karena itu, dibutuhkan pengetahuan mengenai aplikasi dari ilmu yang telah didapat sehingga mahasiswa dapat melatih aspek-aspek yang dibutuhkan untuk terjun ke dunia industri yang akan digelutinya nanti secara langsung.
Program Studi Teknik Industri Institut Teknologi Bandung merupakan program studi yang berusaha untuk mengintegrasikan aspek teknik dan aspek manajemen dalam suatu system industri demi tercapainya efektivitas dan efisiensi dalam sistem tersebut. Teknik Industri ITB secara khusus melakukan pendekatan melalui sistem manufaktur yang merupakan suatu sistem yang telah terstruktur dengan berbagai permasalahan yang cukup kompleks dalam dunia industri.
Pendekatan melalui sistem manufaktur ini  dilakukan sebagai model, sehingga akan mudah bagi kita untuk melaksanakan aspek-aspek pendukung Teknik Industri dalam berbagai bidang pekerjaan yang berhubungan dengan Teknik Industri, seperti bidang Perbankan, Manajemen, Pemasaran, Perencanaan, dan sebagainya.
Ilmu-ilmu yang didapatkan dalam perkuliahan merupakan ilmu yang sifatnya teoretis. Sehingga kami merasa perlu untuk mengimplementasikan ilmu-ilmu tersebut dalam dunia nyata dengan melakukan Kerja Praktek.
Penekanan yang akan dilakukan pada Kerja Praktek ini adalah pada studi kasus atau pemecahan masalah. Perbedaan keduanya ialah dalam kemampuan isolasi masalah dan pengenalan konteks masalah. Studi kasus mempelajari suatu keadaan (kasus tertentu yang terjadi dalam perusahaan) atau identifikasi persoalan yang kemudian dianalisis serta dikaitkan dengen teori yang diterima di bangku kuliah atau literatur. Sedangkan pemecahan masalah adalah menganalisis masalah-masalah yang terjadi dalam perusahaan dan berusaha mencari pemecahan masalah yang dianalisis tersebut.
Sistem industri secara garis besar dibagi menjadi tiga bidang, yaitu bidang industri primer yang bergerak dalam bidang eksploitasi hasil bumi, seperti pertambangan dan perminyakan; bidang industri sekunder yang bergerak dalam bidang pengolahan dan distribusi hasil bumi kepada konsumen; dan bidang tersier yang bergerak dalam bidang pelayanan dan jasa. Kurikulum Teknik Industri menggunakan model pendekatan sistem industri sekunder, yaitu mempelajari suatu sistem produksi dan penyaluran barang kepada konsumen. Oleh karena itu, pemilihan tempat Kerja Praktek pada PT Chevron Pacific Indonesia Indonesia yang bergerak dalam bidang industri primer dan sekunder sangat sesuai dengan bidang keilmuan mahasiswa Teknik Industri.

BAB II
TUJUAN
Sesuai dengan kurikulum pendidikan Program Sarjana Departemen Teknik Industri, Kerja Praktek dimaksudkan agar mahasiswa dapat mengenali permasalahan industri secara nyata, serta dapat mencari jawab atas permasalahan tersebut dengan mencoba mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh dari bangku kuliah selama 6 semester. Bagi perusahaan, program Kerja Praktek ini diharapkan dapat berguna dalam melakukan perbaikan dengan memanfaatkan keahlian dan keterampilan mahasiswa untuk membantu memecahkan permasalahan keteknik-industrian yang dihadapi oleh perusahaan.
BAB III
BENTUK

Adapun bentuk dari kerja praktek ini dapat berupa:
·         Studi Kasus
Studi kasus dilakukan dengan mempelajari permasalahan yang terjadi pada perusahaan, agar persolan tersebut dapat diidentifikasikan secara jelas, sehingga dapat dilakukan analisis dari masalah tersebut dan didapatkan pemecahan dengan menggunakan keilmuan yang dimiliki oleh mahasiswa baik didapat dari bangku perkuliahan maupun diperoleh dari hasil studi literatur.

·         Pemecahaan Masalah
Pada tahap pemecahan masalah, mahasiswa dituntut untuk dapat melakukan analisis dari permasalahan yang diberikan oleh perusahaan, sehingga didapatkan solusi terbaik dari permasalahan tersebut sesuai dengan menggunakan tools-tools yang didapat dari bangku perkuliahan.

BAB IV
TOPIK

Perkuliahan yang ada pada jurusan Teknik Industri ITB bersumber dari 5 Laboratorium Dasar yaitu:
v  Laboratorium Sistem Produksi (LSP)
Berkaitan dengan lantai fabrikasi (produksi) baik pada tahap perancangan, proses produksi dan pengendalian produksi.
v  Laboratorium Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi (PSKE)
Membahas keilmuan-keilmuan yang berkaitan dengan perancangan sistem kerja yang didesain sesuai dengan Human Centered Design.
v  Laboratorium Perancangan dan Optimasi Sistem Industri (POSI)
Berkaitan dengan pencarian solusi yang paling optimal dengan menggunakan formula-formula matematis dan tools-tools statistik.
v  Laboratorium Sistem Informasi dan Keputusan (LSIK)
Berkaitan dengan perancangan sebuah sistem informasi yang dapat digunakan sebagai penunjang pengambilan keputusan.
v  Laboratorium Inovasi dan Pengembangan Organisasi (LIPO)
Berkaitan dengan keilmuan yang dibutuhkan untuk keberlangsungan sebuah organisasi.

Saat ini materi perkuliahan yang sudah didapatkan dari laboratorium-laboratorium tersebut (sampai dengan semester 5) adalah:
1.      Pengantar Teknik Industri
2.      Dasar Perancangan Teknik Industri
3.      Teori Probabilitas
4.      Proses Manufaktur
5.      Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi
6.      Logika Pemrograman
7.      Psikologi Industri
8.      Statistika Industri
9.      Penelitian Operasional I
10.   Penelitian Operasional II
11.   Perancangan Teknik Industri
12.   Perancangan Alat Bantu
13.   Perencanaan dan Pengendalian Produksi
14.   Sistem Basis Data
Sedangkan ketika kerja praktek dilangsungkan (pada liburan semester 6) materi-materi kuliah lain sudah didapat adalah:
1.    Pengendalian Kualitas
2.    Ekonomi Teknik
3.    Otomasi Sistem Produksi
4.    Analisis dan Perancangan Sistem Informasi
5.    Perancangan Organisasi
Berdasarkan materi perkuliahan tersebut, topik permasalahan yang menurut saya dapat diaplikasikan pada perusahaan PT ICI Paints Indonesia,Tbk. diantaranya adalah:

Ø  Perencanaan dan Pengendalian Produksi
Pada topik ini dapat dibahas mengenai perencanaan sebuah proses produksi mulai dari  peramalan permintaan hingga mengetahui apakah perusahaan dapat memenuhi permintaan tersebut. Spesifikasi dari topik ini adalah:

Perencanaan Produksi
·         Forecasting (peramalan permintaan)
Kegiatan forcasting dilakukan untuk mengetahui permintaan komsumen di masa depan, sehingga perusahaan tidak akan kehilangan kesempatan untuk memenuhi demand konsumen, selain itu biaya inventory dapat diminimasi.
·         Perencanaan agregat dan disagregasi
Perencanaan agregat dilakukan dengan pengelompokkan sejumlah item produk ke dalam product family yang dilakukan dengan teknik Group Technology. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah kapasitas yang tersedia dapat digunakan untuk memenuhi produksi. Kemudian proses disagresasi dilakukan dengan proses derivasi product family menjadi item produk.
·         Penjadwalan
Ketika hasil forecast sudah diketahui, dapat dilakukan penjadwalan dari berbagai proses produksi dari suatu produk.

Pengendalian Produksi
·         Pengendalian Inventory
Pengendalian inventory dilakukan dengan menentukan jumlah lot pemesanan sehingga biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan baik untuk biaya inventory maupun biaya set-up dapat ditekan.
·         Production Activity Control
Dilakukan untuk mengetahui apakah kegiatan operasi berjalan sesuai dengan perencanaan. Selain itu untuk mengetahui kemajuan kegiatan operasi dan memperbaiki rencana produksi agar target bisa tercapai.

Ø  Perancangan Sistem Kerja & Ergonomi
*   Pemetaan dan analisis metoda kerja
Seorang industrial engineer diharapkan mampu mengatur faktor-faktor
*   Analisis penetapan waktu baku sebagai standar pekerjaan.
*   Analisis penentuan beban kerja operator.

Ø  Pengendalian Kualitas
Analisis terhadap kualitas produk yang dihasilkan, kemudian diolah sebagai suatu standar kualitas dari keseluruhan produk. Selain itu dimaksudkan untuk menjaga kualitas produk yang dihasilkan menggunakan pendekatan statistika.

Karena saat ini saya bergabung menjadi bagian dari Laboratorium Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi (LPSKE), maka saya menginginkan untuk mengambil topik mengenai Perencanaan dan Pengendalian Produksi sebagai pilihan utama.

Perencanaan dan pengendalian produksi harus melibatkan seluruh aspek yang terkait dengan mempertimbangkan kapasitas yang dimiliki perusahaan, seperti masalah inventory, tenaga kerja, serta perawatan terhadap seluruh fasilitas (terutama mesin-mesin produksi) yang tersedia. Total Production Maintanance (TPM) yang dilakukan dapat meningkatkan produktivitas. Selama perkuliahan telah dijelaskan bagaimana melakukan perencanaan dan pengendalian produksi secara menyeluruh dan mengatasi permasalahan yang mungkin terjadi misalnya penurunan produktivitas karena penjadwalan maintance yang tidak baik.

Namun, apabila topik yang saya ajukan di atas ternyata tidak tersedia, mungkin pihak perusahaan dapat memberikan topik lain yang sesuai dengan mata kuliah yang telah saya ambil.
BAB V
WAKTU
Waktu pelaksanaan Kerja Praktek dilaksanakan pada masa liburan semester genap tahun ajaran 2008-2009, yaitu pada bulan Juni 2009 hingga Juli 2009. Untuk pemagangan, waktu pelaksanaan Kerja Praktek ditentukan oleh perusahaan dengan memperhatikan jumlah jam kerja 160 jam, atau 20 hari kerja penuh (8 jam kerja per hari). Sedangkan untuk pemecahan masalah, lama pelaksanaan Kerja Praktek ditentukan oleh perusahaan, dan disesuaikan dengan kalender akademik ITB.

3 comments: