Wednesday, February 29, 2012

Apa itu/Bagaimana Proses Dekomposisi Diagram

Dekomposisi Diagram adalah kegiatan menguraikan sistem kedalam subsistem, proses dan subproses komponennya. Tiap tingkatan abstraksi menampilkan detail lebih banyak atau lebih sedikit (sesuai keinginan) mengenai keseluruhan sistem atau subset sistem tersebut.
Dekomposisi diagram adalah alat yang digunakan untuk menggambarkan dekomposisi sistem, disebut juga bagan hierarki, menunjukkan dekomposisi fungsional top-down dan struktur sistem. Dekomposisi diagram merupakan alat perencanaan untuk model proses yang lebih detail, yaitu diagram aliran data.  Untuk membuatnya kita harus mematuhi beberapa peraturannya:

a) Tiap proses dalam diagram dekomposisi merupakan proses induk, proses anak, atau keduanya.
b) Induk harus memiliki dua anak atau lebih-satu anak tunggal tidak masuk akal karena tidak akan menunjukkan detail tambahan mengenai system tersebut.
c) Pada sebagian besar standar pendiagraman dekomposisi satu anak hanya dapat memiliki satu induk
d) Pada akhirnya anak dari satu induk dapat menjadi induk dari anak-anaknya sendiri.


Berikut adalah Decompisition Diagram dari Divisi Penelitian dan Pengembangan:

Kelebihan dan Kekurangan DFD (vs IDEF0 dan Flowchart)

Kelebihan dan Kekurangan DFD (dibandingkan IDEF0 dan Flowchart)

Data Flow Diagram (DFD) merupakan jenis dari sebuah pemodelan proses atau kerja yang dikerjakan pada sistem tersebut (whitten, et al, 2007). dengan kata lain DFD adalah metode yang menggambarkan aliran data melalui sistem informasi dan aktivitas atau proses yang dilakukan oleh sistem tersebut. dengan DFD pemakai dapat memvisualisasikan bagaimana sebuah sistem bekerja, apa yang akan dibangun oleh sistem, dan bagaimana sistem akan diimplementasikan.

berikut kelebihan dan kekurangan Data Flow
Diagram (DFD) jika dibandingkan dengan IDEF0 dan Flowchart:

Kelebihan DFD:
1. Menggambarkan aliran data yang dibutuhkan oleh perusahaan secara mendetail sehingga akan memudahkan perusahaan dalam melakukan perancangan sistem informasi perusahaan.
2. Mampu mengefisiensikan sumber daya dalam hal teknologi informasi perusahaan dengan mengintegrasikan kebutuhan data dari level atas hingga level yang paling bawah.
3. Database perusahaan sebagai dokumentasi yang memudahkan perusahaan untuk melakukan pengarsipan dan pembuatan laporan perusahaan
4. Perusahaan memiliki standardisasi dan regulasi dalam hal  penyimpanan dan penggunaan data.
5. DFD dapat cocok digunakan oleh system analyst dan system designer/builder karena DFD dapat menyatakan data storage dan entitas sehingga membuat informasi lebih siap ke tahap pengembangan

Kekurangan DFD:
1. DFD hanya menggambarkan aliran data tanpa menyertakan aliran fisik yang terjadi. hal ini akan berpotensi akan adanya kondisi redundansi data pada sistem.
2. jumlah proses bisnis pada tiap level setelah conteks diagram berjumlah 2-7 hal ini mempertimbangkan kemampuan analisis manusia yang tidak akan sanggup bekerja dengan efektif jika terdapat lebih dari 7 proses, sedangkan pada nyatanya lebih dari 7 proses dapat saja terjadi.
3. Pada DFD tidak terdapat penjelasan mengenai mekanisme dan control yang menjalankan proses tersebut. sedangkan pada iDEF0 dan flowchart ada.