Thursday, August 25, 2011

20 Akademisi Muda Top (2 Dosen ITB Masuk)


TEMPO Interaktif, Jakarta - Majalah CAMPUS Indonesia terbitan Agustus 2011 memaparkan 20 Akademisi Top Indonesia. Mereka muda, berprestasi, dan penuh karya di sejumlah universitas di Indonesia. Akademisi tersebut semuanya berusia di bawah 50 tahun. Berikut ini nama-nama mereka.

1. Prof. Firmanzah, 35 tahun, dekan Fakultas Ekonomi termuda, Universitas Indonesia.

2. Prof. Eko Prasojo, 41 tahun, profesor termuda di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (35 tahun).

3. Prof. Adrianus Meliala, 45 tahun, pakar kriminologi Universitas Indonesia.

4. Prof. Ismunandar, 38 tahun, profesor termuda di Institut Teknologi Bandung ITB (pakar kimia).

5. Dr. Penia Kresnowati, 30 tahun, dosen Teknik Kimia, ITB.



6. Erie Febrian, Phd, 39 tahun, pakar bidang keuangan dan bank, pemegang dua kali Outstanding Research Award US dan Kosta Rika, Fakultas Ekonomi Universitas Padjajaran.

7. Aldrin Herwany, 42 tahun, pakar bidang keuangan dan bank, pemegang dua kali Outstanding Research Award US dan Kosta Rika, Fakultas Ekonomi, Universitas Padjajaran.

8. Prof. Gamantyo Hendranto, 41 tahun, menjadi guru besar pada usia 37 tahun, Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya.

9. Burhanudin Muhtadi, 34 tahun, pakar masalah sosial dan politik, Direktur Lembaga Survei Indonesia (LSI), Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

10. Effendi Gazali , PhD, 45 tahun, pakar komunikasi, dosen Universitas Indonesia.

11. Reza Indragiri Amriel, 37 tahun, pakar psikologi forensik, dosen Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Universitas Indonesia, Universitas Tarumanegara, Universitas Bina Nusantara.

12. Eep Saefulloh Fatah, 44 tahun, pakar politik Universitas Indonesia.

13. Prof. Syamsir Abduh, 43 tahun, pakar teknologi industri Universitas Trisakti.

14. Arya Vedakrana, PhD, doktor termuda umur 27 tahun (rekor MURI), Rektor Universitas Mahendradatta, Bali.

15. Irfan Abubakar, 44 tahun, pakar adab dan humaniora, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

16. Prof. Manlian Simanjuntak, 37 tahun, pakar bidang keamanan terhadap risiko kebakaran, guru besar diperoleh pada umur 35, Universitas Pelita Harapan.

17. Maria Rosalina Nindita Radyati, PhD, 44 tahun, pakar corporate social responsibility, Universitas Trisakti.

18. Arief Budi Witarto, PhD, 40 tahun, pakar diabetes dan kanker, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

19. Dr. Bayu Prawira Hie, 45 tahun, pakar manajemen strategik, Ketua Sekolah Tinggi Media Komunikasi Universitas Trisakti.

20. Muhammad Mukhtasar Samsudin, PhD, 42 tahun, Dekan Filsafat Universitas Gadjah Mada.

DIANING SARI

KESIMPULAN (POINT UMUM) KEILMUAN TEKNIK INDUSTRI

•    Teknik Industri lahir pada akhir abad ke - sembilan belas. Teknik Industri adalah profesi dinamis yang perkembangannya didorong oleh tantangan dan tuntutan dari manufaktur, pemerintah dan layanan organisasi sepanjang abad kedua puluh.

•    Sejarah Teknik Industri di Indonesia di awali dari kampus Universitas Sumatera Utara [USU] Medan pada tahun 1965 dan dilanjutkan dengan Teknik Industri ITB Institut Teknologi Bandung.

•    Persamaan Teknik Industri dengan Engineering lainnya terletak pada awalnya yaitu permintaan dari konsumen atau kebutuhan. Selain itu semua engineering termasuk Teknik Industri itu sendiri memerlukan suatu input yang diolah atau diproses agar menjadi suatu output.

•    Perbedaan Teknik Industri dengan Engineering lainnya terletak pada komponen sistem, ilmu pengetahuan yang dipakai, sistem yang diproses, tujuan, profesi dan output.


•    Dalam berjalannya era industri lahirlah konsep-konsep dari para tokoh pemikir untuk lebih mengefektikan dan mengefisiensikan produktivitas pekerja. Konsep tentang spesialisasi pekerja yang disampaikan Adam Smith, “motion and time” dari charles Babbage, “Interchangeable manufacture” dari Eli Whitney, dan yang paling utama adalah konsep dari Frederick Winslow Taylor mengenai “scientific method” dan beberapa tokoh lainnya seperti Frank Gilbert dan Lillian Gilberth menuntut keahlian teknis yang terlatih yang dapat merencanakan, mengorganisasikan dan menggerakkan/memimpin operasi-operasi dari sebuah sistem yang besar dan kompleks.

•    Profesi teknik industri memiliki kompetensi-kompetensi, di antaranya: Work Design and Measurement, Plant Location and layout Engineering Economy, Production Planning and Inventory Control, Statistical Quality Control, Linear Programming, Operations Research.

•    Ada beberapa lembaga keprofesian teknik industri, di antaranya IIE (Institute of Industrial and System Engineering), ISTMI (Ikatan Sarjana Teknik Industri dan Manajemen Industri Indonesia), dsb.

•    Teknik industri banyak memberi dampak positif pada perkembangan ekonomi dunia, di antaranya: meningkatkan efisiensi dalam praktik bisnis melalui berbagai pengintegrasian sistem, pengorganisasian yang baik dan peningkatan produktivitas, pengaturan waktu standar produksi, menghasilkan metode analisa yang berguna bagi perusahaan, bantuan dalam membimbing masyarakat dan bisnis untuk lebih peduli kepada tenaga kerja mereka sementara meningkatkan struktur organisasi mereka, dsb.

•    Ada tiga bidang keahlian utama di teknik industri, yaitu kelompok keahlian rekayasa sistem manufaktur, kelompok keahlian rekayasa sistem manajemen industri, dan kelompok keahlian sistem industri dan tekno ekonomi.

•    Misi dan peran disiplin Teknik Industri pada hakekatnya bisa dikelompokkan kedalam tiga topik yang selanjutnya bisa dipakai sebagai landasan utama pengembangan disiplin ini; yaitu: berkaitan erat dengan permasalahan-permasalahan yang menyangkut dinamika aliran material yang terjadi di lantai produksi, berkaitan dengan dinamika aliran informasi, dan bergerak kearah persoalan-persoalan yang bersifat makro-strategis.

•    Persoalan yang dihadapi oleh profesi Teknik Industri tidak lagi dibatasi dalam skala kecil (mikro) melainkan berkembang ke skala besar (makro).

•    Dalam beberapa dekade terakhir ini profesi Teknik Industri lebih banyak dilibatkan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang berkaitan dengan perencanaan strategis dan pengambilan keputusan pada tingkat manajemen puncak

PERAN SARJANA KEILMUAN TEKNIK INDUSTRI

PERAN
Misi dan peran disiplin Teknik Industri pada hakekatnya bisa dikelompokkan kedalam tiga topik yang selanjutnya bisa dipakai sebagai landasan utama pengembangan disiplin ini; yaitu:

 Pertama, berkaitan erat dengan permasalahan-permasalahan yang menyangkut dinamika aliran material yang terjadi di lantai produksi. Disini akan menekankan pada prinsip-prinsip yang terjadi pada saat proses transformasi --- seringkali juga disebut sebagai proses nilai tambah --- dan aliran material yang berlangsung dalam sistem produksi yang terus berkelanjutan sampai meningkat ke persoalan aliran distribusi dari produk akhir (output) menuju ke konsumen.

Topik kedua berkaitan dengan dinamika aliran informasi. Persoalan pokok yang ditelaah dalam hal ini menyangkut aliran informasi yang diperlukan dalam proses pengambilan keputusan manajemen khususnya dalam skala operasional. Hal-hal yang berkaitan dengan perencanaan produksi agregat, pengendalian kualitas, dan berbagai macam problem manajemen produksi/operasional akan merupakan kajian pokoknya.

Selanjutnya topik ketiga cenderung membawa disiplin Teknik Industri ini untuk bergerak kearah persoalan-persoalan yang bersifat makro-strategis. Persoalan yang dihadapi sudah tidak lagi bersangkut-paut dengan persoalan-persoalan yang timbul di lini aktivitas produksi ataupun manajemen produksi melainkan terus melebar ke persoalan sistem produksi/industri dan sistem lingkungan yang berpengaruh signifikan terhadap industri itu sendiri. Topik ketiga ini cenderung membawa disiplin teknik industri untuk menjauhi persoalan- persoalan teknis (deterministik-fisik-kuantitatif) yang umum dijumpai di lini produksi (topik pertama) dan lebih banyak bergelut dengan persoalan non-teknis (stokastik-abstraktif-kualitatif).

Seorang professional Teknik Industri bisa diharapkan sebagai “problem solver” untuk membuat sistem produksi bisa dioperasikan dan dikendalikan secara lebih efektif, nyaman, aman, sehat dan efisien (ENASE). Untuk itu eliminasi berbagai hal yang bersifat kontra-produktif seperti pemborosan waktu, uang, material, enersi dan komoditas lainnya merupakan fokus utama yang harus dikerjakan.

Untuk mengantisipasi problematika industri yang semakin luas dan kompleks, maka disiplin Teknik Industri telah menunjukkan banyak perubahan maupun penyesuaian dengan arah perkembangan yang ada. Adanya kehendak untuk meningkatkan produktivitas, kualitas, dan disisi lain harus diikuti pula dengan keinginan untuk menekan biaya produksi (costs reduction program) serta waktu penyampaian barang (time delivery) secara tepat waktu merupakan langkah-langkah strategis yang harus dipikirkan oleh profesi Teknik Industri agar bisa meningkatkan daya saing perusahaan.

Selain itu ruang lingkup pasar tidak lagi harus bersaing di tingkat lokal (nasional) melainkan mengarah ke tingkat persaingan pasar global. Perubahan tantangan yang dihadapi oleh dunia industri jelas sekali juga akan membawa perubahan pada fungsi dan peran yang harus bisa dimainkan oleh disiplin Teknik Industri (Istiyanto, 1987). Jika pada awalnya profesi Teknik Industri secara tradisional mengurusi persoalan-persoalan di tingkat pengendalian operasional (manajemen produksi) seperti perancangan-perancangan tata-letak mesin, tata-cara kerja, sistem manusia-mesin (ergonomi) dan penetapan standard-standard kerja; maka dalam beberapa dekade terakhir ini profesi Teknik Industri lebih banyak dilibatkan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang berkaitan dengan perencanaan strategis dan pengambilan keputusan pada tingkat manajemen puncak.

Persoalan yang dihadapi oleh profesi Teknik Industri tidak lagi dibatasi dalam skala kecil (mikro) melainkan berkembang ke skala besar (makro). Sebagai contoh kalau awalnya studi pengukuran kerja lebih difokuskan ke skala stasiun kerja sekedar mendapatkan standard-standard (waktu, output ataupun upah) kerja untuk merealisasikan konsep “the fair day’s pay for the fair day’s work”; maka peran profesi Teknik Industri modern belakangan ini banyak diperlukan untuk melakukan pengukuran produktivitas dan kinerja makro organisasi-perusahaan guna menilai sehat tidak-nya kondisi industri tersebut.

Profesi Kelompok keahlian Sistem Industri dan Tekno-Ekonomi

•    Kelompok keahlian Sistem Industri dan Tekno-Ekonomi
1.    General Manager
Cakupan kajian kelompok keahlian sistem industri dan tekno-ekonomi merupakan yang terluas dan banyak mengenai pengambilan keputusan. Hal ini merupakan salah satu kompetensi yang paling diperlukan seorang general manager, membuat keputusan yang tepat. Selain itu, kajian dalam kelompok keahlian sistem industri dan tekno-ekonomi juga mengenai pembuatan strategi dalam menghadapi persaingan pasar. General manager merupakan posisi paling strategis dimana ia harus membuat keputusan serta menentukan strategi dalam memajukan perusahaannya.

2.    Purchasing Manager
Beberapa kajian dari kelompok keahlian sistem industri dan tekno-ekonomi adalah pemenuhan kebutuhan perusahaan serta keputusan distribusi. Hal ini merupakan kompetensi dari seorang purchasing manager dimana ia bertugas mengelola pembelian dari kebutuhan-kebutuhan perusahaan. Pembelian tersebut harus dilakukan secara terstruktur dan harus ada strategi pembelian untuk menekan biaya sebesar-besarnya. Dalam hal ini, kelompok keahlian sistem industri dan tekno-ekonomi sangat cocok untuk berperan sebagai purchasing manager.
3.    Wirausaha
Kelompok keahlian sistem industri dan tekno-ekonomi mempelajari secara menyeluruh fondasi-fondasi pembentukan dan pengoperasian suatu perusahaan, mulai dari merancang sistem operasi, meingintegrasikan berbagai komponen dalam sistem, penentu kebijakan, pembuatan keputusan, pembuatan strategi untuk menghadapi persaingan dagang, dsb. Hal tersebut sangat diperlukan oleh seorang wirausahawan untuk memulai dan menjalankan bisnisnya. Dalam hal ini, kelompok keahlian sistem industri dan tekno-ekonomi memenuhi kompetensi dasar untuk menjadi seorang wirausahawan sehingga profesi tersebut cocok untuk kelompok keahlian tersebut.

PROFESI KELOMPOK KEAHLIAN REKAYASA SISTEM MANUFAKTUR

Kelompok Keahlian Rekayasa Sistem Manufaktur

Beberapa profesi yang sesuai dengan kelompok keahlian rekayasa sistem manufaktur adalah:

1.    Manajer

Seorang lulusan teknik industri dengan keahlian rekayasia sistem manufaktur dapat menjadi seorang manajer (secara umum) di suatu industri atau suatu perusahaan. Beberapa kemampuan/keahlian yang digunakan oleh lulusan teknik industri adalah Perencanaan dan Pengendalian (Planning dan control), ergonomi/faktor manusia (Ergonomics/Human factors, evaluasi, penilaian dan manajemen sumber daya manusia (Evaluation, appraisal, and management of human resources). perencanaan kebutuhan material (Material Requirement Planning - MRP), peningkatan Sumber Daya Manusia, perencanaan dana, pengoptimalan Tata Letak Pabrik.

2.    Production Engineer

Seorang lulusan teknik industri memiliki kemampuan dasar Proses Manufaktur, Sistem Manufaktur, Proses Kontrol Komputerisasi, Perencanaan dan Desain Fasilitas, Perencanaan & Kontrol Produksi, Kontrol Kualitas, Kontrol Inventori, Perbaikan Produk yang merupakan dasar menjadi production engineer.

3.    Operational Manager

Kemampuan dalam keahlian sistem manufaktur merancang sistem manufaktur dimulai dari penjabaran kebutuhan pasar menjadi parameter design dan rancangan produk serta sistem manufakturnya. Selain itu, keahlian dari kelompok keahlian sistem manufaktur mampu menangani proses pembuatan produk serta menguasai metode pengoperasian pabrik dan fungsi manajemen yang terkait serta perbaikannya (improvement). Hal ini penting dalam pengoperasian suatu sistem kerja dan dalam hal ini dilakukan oleh seorang operational manager dan membutuhkan keahlian di bidang sistem manufaktur.

4.    Konsultan

      Seorang sarjana teknik industri dari kelompok keahlian sistem manufaktur dapat mengevaluasi sitem kerja sebuah perusahaan dan mendesain sebuah solusi sistem yang lebih baik, untuk meningkatkan produktivitas perusahaan. Hal ini menjadi syarat penting dalam menjadi seorang konsultan, terutama konsultan di bidang perekayasaan sistem manufaktur dan sistem kerja perusahaan.

 Kelompok Keahlian Rekayasa Manajemen Industri

Profesi yang sesuai dengan kelompok keahlian rekayasa manajemen industri di antaranya adalah:

1.    Operational Scientist

Dengan keempat kompetensi dasar dari kelompok keahlian rekayasa manajemen industri (design, operation, improvement, dan business insight), seorang sarjana teknik industri dari kelompok keahlian rekayasa manajemen indsustri cocok menjadi seorang operational scientist. Operational scientist yang lebih banyak mempelajari perancangan suatu sistem (Sistem Manajemen Informasi dan Kontrol, Analisis dan Desain Organisasi, Analisis Ekonomi, Riset Operasional, Manajemen Proyek, Pengontrolan & Standarisasi Biaya, Ergonomics / Human Factors Engineering, Pengukuran Kerja, Methods Engineering, Desain Sistem Kerja, Administrasi) yang lebih efisien merupakan profesi yang sesuai dengan kompetensi dari kelompok keahlian rekayasa manajemen industri.

2.    Manajer

Manajer secara umum membutuhkan multi kemampuan dalam menjalankan profesinya. Kelompok keahlian rekayasa manajemen industri memiliki ilmu yang memadai dalam profesi manajer secara umum. Kompetensi dasar kelompok keahlian rekayasa manajemen industri dalam merancang suatu sistem manajemen serta mampu menangani permasalahan dalam sistem merupakan kemampuan yang dibutuhkan oleh seorang manajer. Selain itu, kepemimpinan yang sangat dibutuhkan oleh manajer dalam menjalankan profesinya juga merupakan salah satu keompetensi dasar kelompok keahlian rekayasa manajemen industri.

3.    Supervisor

    Sifat kepemimpinan yang ditanam kuat dalam kelompok keahlian manajemen rekayasa industri sangat dibutuhkan dalam menjalankan profesi supervisor yang lebih banyak menangani bawahan dalam menjalankan tugasnya secara benar. Selain itu, kemampuan menangani masalah yang dimiliki kelompok keahlian manajemen rekayasa industri menjadi nilai tambah dalam menjalankan profesi supervisor yang dalam pekerjaannya akan banyak menemukan permasalahan-permasalahan.

4.    Konsultan

Kelompok keahlian rekayasa manajemen industri mampu merancang suatu sistem manajerial serta cepat tanggap dalam menangani permasalahan yang timbul dan memiliki wawasan bisnis yang tinggi menjadi nilai tambah dalam menjadi seorang konsultan.

BIDANG KEAHLIAN TEKNIK INDUSTRI

BIDANG KEAHLIAN
  • Rekayasa Sistem Manufaktur
•       Perancangan (Design): mampu merancang sistem manufaktur dimulai dari penjabaran kebutuhan pasar menjadi parameter design dan rancangan produk serta sistem manufakturnya.
•       Perekayasaan (Engineering) : memahami rekayasa transformasi produksi khususnya yang terkait dengan interaksi man, machine dan material.
•       Fabrikasi (Manufacturing) : mampu menangani proses pembuatan produk serta menguasai metode pengoperasian pabrik dan fungsi manajemen yang terkait serta perbaikannya (improvement).
•       Wawasan usaha (Business Insight) : mampu mengidentifikasikan kebutuhan pasar serta  peluang usaha dan memperkirakan kelayakan usahanya.


  • Rekayasa Manajemen Industri
•       Perancangan (Design) : mampu merancang sistem manajemen yang sesuai dengan karakteristik sistem manufakturnya.
•       Pengoperasian (Operation): memahami dan mampu menangani proses manajemen (Planning, Organizing, Actuating, Controlling), mampu untuk memimpin, memotivasi serta bekerja sama dengan berbagai unsur yang terkait (Leadership).
•       Perbaikan (Improvement) : mampu mengenali masalah dan melakukan perbaikan
•       Wawasan Usaha (Business Insight) : mampu mengidentifikasikan kebutuhan pasar serta peluang usaha dan memperkirakan kelayakan usahanya serta merealisasikannya.

  • Sistem Industri dan Tekno Ekonomi
Bidang keahlian Sistem Industri dan Tekno-Ekonomi adalah bidang keahlian yang memanfaatkan pendekatan teknik industri untuk peningkatan daya saing sistem integral yang terdiri atas tenaga kerja, bahan baku, energi, informasi, teknologi, dan infrastruktur yang berinteraksi dengan komunitas bisnis, masyarakat, dan pemerintah. Bidang keilmuan yang dipelajari di dalam Sistem Industri dan Tekno Ekonomi antara lain adalah Statistika Industri, Sistem Logistik, Logika Pemrograman, Operational Research, dan Sistem Basis Data.
Kelompok Keahlian Sistem Industri dan Tekno-ekonomi memiliki kajian yang meliputi:
(1)Pemodelan Sistem Skala Besar : metodologi & perencanaan sistem, analisis dan pemodelan sistem, proses keputusan, sistem asesmen.

(2)Sistem Industri : analisis struktur sistem industri, anaslisis daya saing industri, asesmen kebutuhan sumber daya industri, perencanaan strategi & kebijakan industri.

(3)Sistem Rantai Nilai : sistem sourcing, sistem distribusi, sistem infrastruktur rantai nilai, strategi dan kebijakan

(4)Sistem Sosiotekno-Ekonomi : analisis sistem sosio-tekno-ekonomi, perencanaan dan evaluasi sistem pelayanan public.

DAMPAK TEKNIK INDUSTRI TERHADAP DUNIA

DAMPAK TEKNIK INDUSTRI TERHADAP DUNIA

Teknik Industri telah menyediakan pendekatan sistematis untuk merampingkan dan meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Manfaat yang dapat berhubungan langsung dengan karya insinyur industri meliputi:

•     Lebih ramping, lebih efisien dan praktek bisnis yang lebih menguntungkan sambil meningkatkan layanan pelanggan dan kualitas. Dengan materi-materi yang diperoleh di teknik industri, praktek bisnis yang lebih efisien dapat dilakukan mengingat sebagian besar materi yang diperoleh dalam pembelajaran teknik industri adalah mengenai efisiensi.

•    Peningkatan efisiensi. Hal ini meningkatkan daya saing, keuntungan, dan mengurangi kebutuhan akan sumber daya.

•    Gagasan pengaturan waktu kerja atau standar. Lini produksi asli pada tahun 1920 berhasil karena Keteknikindustrian. Profesi Teknik industri tidak tebatasi oleh waktu dan dapat dibentuk agar bisa sesuai dengan waktu dan tempat. Dengan pengaturan waktu kerja dan standar kerja, produksi, distribusi, dan pemasaran dapat dilakukan secara efisien sehingga keuntungan akan meningkat lebih signifikan. Hal ini berdampak baik pada suatu industri atau perusahaan dalam menjaga kelangsungan usahanya.


•    Pengorganisasian yang baik dan peningkatkan produktivitas - perbaikan ini menghilangkan atau mengurangi beberapa frustrasi dalam kehidupan dan sangat penting untuk kesehatan jangka panjang bisnis pengorganisasian yang baik mendukung kelancaran proses produksi dan distribusi serta pemasaran. Pengorganisasian yang baik membuat setiap lini semakin produktif yang pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas suatu perusahaan.
   
•    Peningkatan kemampuan untuk berbuat lebih banyak dengan pengorbanan lebih sedikit. Adanya teknik industri memberikan kontribusi positif dalam peningkatan kemampuan untuk menghasilkan lebih banyak dengan menggunakan sumber daya seminim mungkin (efisiensi dan efektivitas).


•    Membuat pekerjaan lebih aman, lebih cepat, mudah, dan lebih memuaskan. Profesi teknik industri memastikan suatu pekerjaan dapat dilakukan secara aman dan cepat serta mudah untuk dilakukan karena telah diorganisir sedemikian rupa sehingga suatu pekerjaan menjadi lebih mudah serta lebih memuaskan.

•     Memberikan suatu metode yang dapat menganalisis proses bisnis dan mencoba untuk melakukan perbaikan. Hal ini difokuskan pada pengoptimalan - melakukan lebih banyak hal dengan lebih sedikit - dan membantu untuk mengurangi pemborosan di masyarakat.

•    Peningkatan siklus waktu  sehingga membantu lebih banyak orang mendapatkan produk mereka lebih cepat. Profesi teknik industri merancang suatu sistematika produksi hingga distribusi yang pada akhirnya akan meningkatkan efisiensi siklus waktu.
 
•    Bantuan dalam membimbing masyarakat dan bisnis untuk lebih peduli kepada tenaga kerja mereka sementara meningkatkan struktur organisasi mereka. Sarjana teknik industri berperan dalam memberikan bimbingan kepada suatu bisnis atau masyarakat untuk mengorganisir serta memperhatikan tenaga kerja dan merancang struktur organisasi mereka agar lebih efisien dan efektif.


•     Menampilkan cara untuk meningkatkan lingkungan kerja, meningkatkan efisiensi, dan mengajar tentang ergonomi

•    Membuat dunia lebih aman melalui rancangan yang lebih baik dan lebih mudah untuk menggunakan suatu produk


•    Mengurangi biaya yang terkait dengan teknologi baru, sehingga memungkinkan lebih banyak penduduk untuk hidup lebih baik dengan menjadi mampu menghadapi kemajuan teknologi

KOMUNITAS TEKNIK INDUSTRI INDONESIA DAN DUNIA

KOMUNITAS

1.    IIE (Institute of Industrial and System Engineering)
Institute of Industrial Engineers (IIE) adalah lembaga profesional yang berdedikasi semata-mata untuk mendukung profesi teknik industri dan individu yang terlibat dengan meningkatkan kualitas dan produktivitas. Lembaga ini didirikan pada 1948 dan disebut American Institute of Industrial Engineers sampai 1981, ketika nama ini diubah untuk mencerminkan basis keanggotaan internasionalnya. Anggota termasuk mahasiswa baik dan kaum profesional. IIE menyelenggarakan konferensi regional dan nasional tahunan di Amerika Serikat. IIE bermarkas di Amerika Serikat di Norcross, Georgia, pinggiran yang terletak di timur laut Atlanta.

2.    ISTMI (Ikatan Sarjana Teknik Industri dan Manajemen Industri Indonesia)
ISTMI sebagai organisasi profesi dari disiplin Ilmu Teknik Industri (TI) dan Manajemen Industri (MI) di Indonesia lahir pada tanggal 22 Nopember 1986 di Jakarta. Kelahiran organisasi ini didasari atas pertimbangan bahwa profesi TI dan MI telah diterima di kalangan yang sangat luas sejak masuknya disiplin sekitar 16 tahun sebelumnya. Keberadaannya sudah menembus batas-batas konvensional keteknikan atau keindustrian.

Tamatan/alumni TI & MI bekerja di berbagai sektor industri, pelayanan, perbankan, informasi, konsultasi, pemerintahan, maupun pendidikan dan penelitian. Batasan sektor tidak ada lagi bagi alumni TI & MI yang menunjukkan diterimanya disiplin ini sebagai pencerminan diterimanya sikap pikir dan cara pikir kesisteman bagi tujuan optimasi sumber daya.
Alamat:  Jl Kemang Raya No 2, Jakarta Selatan 12730, Indonesia

PROFIL LULUSAN TEKNIK INDUSTRI

PROFIL LULUSAN TEKNIK INDUSTRI


    Profil dan Kompetensi Sarjana Teknik Industri :

·         Mampu mengidentifikasi, menformulasikan, dan memecahkan masalah-masalah sistem integral menggunakan alat-alat pokok analitikal, komputasional, dan/atau  eksperimental

·         Mempunyai wawasan luas sehingga dapat memahami dampak penerapan keilmuan Teknik Industri terhadap konteks global/sosial

·         Mampu berkomunikasi secara efektif

·         Mampu bekerja sama dalam kelompok yang bersifat multidisiplin, baik dalam peran sebagai pemimpin maupun anggota kelompok

·         Mampu menerapkan teknik dan alat analisis baru yang diperlukan dalam menjalankan praktik profesi ke-teknik-industrian-nya

·         Memahami dan menyadari tanggung jawab profesi dan etika

PROFESI – PROFESI TEKNIK INDUSTRI

PROFESI – PROFESI TEKNIK INDUSTRI

Dengan keahliannya, profesi-profesi yang tersedia bagi seorang sarjana teknik industri di antaranya:

A.   Konsultan
      Seorang sarjana teknik industri dapat mengevaluasi sitem kerja sebuah perusahaan dan mendesain sebuah solusi sistem yang lebih baik, untuk meningkatkan produktivitas perusahaan. Enam fungsi utama dari seorang konsultan, yaitu:
•    Mengembangkan dan mengoptimalisasikan potensi-potensi yang ada dalam suatu perusahaan atau industri
•    Memberikan saran-saran, menerapkan pengalaman-pengalamannya dalam suatu perusahaan
•    Menganalisa permasalahan yang ada dalam suatu perusahaan
•    Sebagai katalisator dengan mengembangkan sistem manajerial
•    Mengadakan pelatihan dan pembelajaran
•    Menginovasikan, memadukan, dan menerjemahkan teknologi, program, dan pemecahan   masalah

B.   Supervisor
Bidang ini mengawasi jalannya sistem produksi di pabrik. Supervisor membutuhkan pengetahuan tentang ergonomi kerja, statistik dan ilmu teknik industri lainnya.

C.    Manajer
    Sejak ditemukannya “scientific management” oleh Taylor dan “administrative and behaviour management”, sarjana teknik industri memiliki kompetensi untuk mengatur dan mengoptimasi kerja organisasi.

D.   Production Engineering
Seorang production engineer dapat mengaplikasikan kemampuan dari pembelajaran teknik industri berupa Proses Manufaktur, Sistem Manufaktur, Proses Kontrol Komputerisasi, Perencanaan dan Desain Fasilitas, Perencanaan & Kontrol Produksi, Kontrol Kualitas, Kontrol Inventori, Perbaikan Produk.
E.   Operational Scientist
Seorang operational scientist membutuhkan keahlian Sistem Manajemen Informasi dan Kontrol, Analisis dan Desain Organisasi, Analisis Ekonomi, Riset Operasional, Manajemen Proyek, Pengontrolan & Standarisasi Biaya, Ergonomics / Human Factors Engineering, Pengukuran Kerja, Methods Engineering, Desain Sistem Kerja, Administrasi  

KOMPETENSI PROFESI TEKNIK INDUSTRI

KOMPETENSI PROFESI TEKNIK INDUSTRI

                  Seorang sarjana teknik industri menjadikan industri sebagai titik awal dan pusat pengembangan karirnya. Sarjana teknik industri terlibat dalam pengorganisasian, desain tempat kerja, dan laju aliran materi dalam proses produksi di pabrik. Lapangan kerja bagi sarjana teknik industri di zaman sekarang meluas, tidak hanya di manufaktur tetapi juga di bidang non-manufaktur seperti rumah sakit, toko retail, perbankan, dan lain-lain.

Dalam buku sumber, profesi teknik industri memiliki kompetensi-kompetensi berikut:

1.    Work Design and Measurement
       Teknik mengukur performa kerja supaya standar waktu kerja dapat ditentukan. Dengan begitu, jadwal kerja harian dapat dirancang dari jadwal produksi total (jangka panjang). Di bidang ini juga digunakan Predetermined Time Systems.

2.   Plant Location and layout
        Kemampuan tata letak dan lokasi pabrik, meliputi mengumpulkan, melakukan kompilasi, dan mengevaluasi data yang diperlukan untuk membuat keputusan lokasi terbaik untuk pabrik.

3.    Engineering Economy
          Kemampuan mengimplementasikan sisi ekonomi dalam engineering sesuai yang diajarkan oleh Henry Towne.

4.    Production Planning and Inventory Control
           Kemampuan mengeset level keseluruhan output manufaktur untuk mendapatkan rating produksi yang bisa meraih target perusahaan dan menjaga production force tetap stabil.

5.    Statistical Quality Control
         Kemampuan mendata output kerja secara statistik.

6.    Linear Programming
         Kemampuan menyederhanakan langkah kerja dan juga menyusun sistem kerja yang linear hingga mempermudah produksi.

7.    Operations Research
         Kemampuan untuk survei dan riset mengenai sistem operasi yang baik dan efisien.

TOKOH DAN KONSEP TEKNIK INDUSTRI PASCA TAYLOR

PASCA TAYLOR
1.    CARL BARTH

Carl Barth adalah seorang matematikawan dan bertindak sebagai konsultan untuk memperkenalkan “sistem Taylor” kepada beberapa perusahaan. Barth mengembangkan formula 12 variabel dalam pemotongan metal yang diperkenalkan dalm buku Taylor, “Shop Management”. Untuk mengaplikasikan formula ini, ia mengembangkan “Barth complete feed and speeed slide rule”.


2.    MORRIS COOKE

Cooke adalah salah satu dari empat engineer yang dipilih oleh Taylor untuk mengajarkan “Teori Taylor”. Keempat engineer itu adalah Barth, Cooke, Gantt, dan Hathaway. Ia menerapkan metode ilmiah untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi pada City Goverment.



3.    HARRINGTON EMERSON

Harrington adalah seorang guru bahasa yang menjadi seorang engineer. Ia memilih untuk membantu manager, terutama di bisnis rel kereta api, untuk mengurangi biaya, yang mana sekarang menjadi tujuan utama semua teknik industri. Emerson dikenal dari pernyataannya yang mengejutkan yaitu perusahaan rel kereta api dapat menghemat sampai satu juta dollar per hari dengan menggunakan scintific management. Dia menekankan konsep efisiensi yang diperkenalkannya dalam makalah yang berjudul “12 Principles of Efficiency”. Kemudian artikel tersebut dipublikasikan dalam bentuk buku yang berjudul “Efficiency As a Basis for Operation and Wages (1909).

4.    HENRY GANTT

Henry Gantt adalah seorang engineer sekaligus seorang konsultan. Ia adalah teman Taylor dan Gilbreths. Penemuannya yaitu Gantt Chart (peta hubungan pekerja, mesin, dan waktu untuk penjadwalan produksi) menjadi metode untuk mengembangkan perencanaan dan kontrol produksi. Gantt juga mengemukakan prinsip peningkatan produktivitas melalui imabalan uang bagi yang berprestasi.

5.    DWIGHT V. MERRICK
Karyanya adalah Wage Incentive Plan, sama seperti Gantt ia juga membuat rencana insentif untuk peningkatan produktivas melalui imbalan uang bagi yang berprestasi.

TOKOH-TOKOH TEKNIK INDUSTRI ERA TAYLOR

ERA TAYLOR

1.    FREDERICK WINSLOW TAYLOR (1856-1915)

Pada mulanya Frederick Winslow Taylor terinspirasi  oleh Towne dan Wentworth, ide awalnya adalah saat dia bakerja di Bethlehem Steel , ia merancang sekop berbeda ukuran dan beratnya untuk berbagai operasi, sehingga berat sekop dengan bebannya menjadi ideal untuk semua operasi  (21,5 pound) dengan begitu laju produktivitasnya dapat menjadi lebih cepat. Karena jika lebih dari 21,5 pound maka pekerja akan cepat kelelahan, sedangkan jika kurang dari 21, 5 pound pekerja akan menjadi terlalu santai.
Untuk meningkatkan efisiensi  maka Taylor menciptakan beberapa metode, yang terdiri dari
a.    Menganalisa dan memperbaiki metoda yang sudah ada
b.    Mengurangi waktu yang tidak produktif 
c.    Menetapkan standar waktu yang seharusnya/waktu rata-rata
d.    Juga melatih para pekerja untuk melakukan operasi yang ditetapkan
Pada tahun 1903 Taylor mempresentasikan makalah yang bejudul “Shop Management”. Menurut Hicks (1994) dalam makalah itu, Taylor mengemukakan beberapa konsep, yaitu :

a.    Teknik  tatacara kerja
b.    Studi waktu
c.    Pembakuan tools
d.    Prinsip manajemen ilmiah
e.    Kartu instruksi untuk pekerja
f.    Slide rule untuk pemotongan logam
g.    Sistem klasifikasi komponen dan produk
h.    Sistem routing
i.    Metode ongkos
j.    Seleksi pekerja sesuai dengan jobnya
k.    Bonus

Yang mencirikan hasil karya Taylor adalah dalam eksperimennya ia selalu berusaha untuk melakukan perbaikan metode kerja. Perbaikan metode kerja yang merupakan perbaikan proses interaksi antara komponen manusia, mesin, dan material inilah yang mencirikan disiplin Teknik Industri dibandingkan dengan disiplin keahlian lainnya. Metode kerja yang ia lakukan dilakukan dengan menggunakan kaidah-kaidah ilmiah. Karena itulah Taylor dianggap lebih berhak dan pantas untuk menyandang gelar Bapak Teknik Industri.
2.    FRANK GILBREHT (1868-1924)

Menerbitkan buku “Motion Study” pada tahun 1911. Ia menyatakan bahwa ada 3 variabel yang perlu diperhitungkan dalam melakukan pekeerjaan, yaitu :
a.    Pekerja
b.    Lingkungan Kerja
c.    Gerakan Kerja
Ia membuat metode yang efektif dalam bergerak yang menyatakan bahwa setiap aktivitas disusun atas 17 elemen dasar yang dikenal dengan nama THERBLIGH. Metodenya ini ia dapatkan dari hasil penelitiannya dalam pemasangan batu bata yang ia teliti pada proyek bangunan yang ia kerjakan.  Dengan cara ini, ia dapat mengurangi dari 18 gerakan menjadi hanya 4 gerakan dan melakukan pemasangan batu bata dari 120 batu bata perjam menjadi 350 batu bata perjam. Selain itu Gilbreth memperbaiki alat bantu kerjanya yang berupa tangga yaitu dengan menyesuaikan tingginya tangga seiring dengan tingginya dinding yang dipasang, sehingga akan memudahkan dalam pemasangan batu bata.
3.    LILIAN GILBREHT (1878-1972)

Ia bersama suaminya melakukan analisis dalam “human work behaviour”, isinya mengenai bagaimana seseorang dapat bekerja secara efisien dann efektif sehingga dapat mempengaruhi tingkat produktivitas. Ia juga menjadi insinyur wanita yang sangat terkenal di AS, “first lady of engineering” and “first ambassador of management”.

Wednesday, August 24, 2011

TOKOH DAN KONSEP TEKNIK INDUSTRI


TOKOH DAN KONSEP

2.1 PRA TAYLOR
1.    ADAM SMITH

Menerbitkan buku “Wealth of Nation (1776)”. Ia mengemukakan konsep spesialisasi pekerja (Specialization of Labor) atau pembagian tugas kerja dalam suatu industri. Ia melakukan pembagian kerja dalam pembuatan peniti menjadi 4 operasi yang terpisah dan outputnya menjadi 5 kali lipat dari semula. Sebelumnya 1 orang pekerja hanya dapat menghasilkan 1000 peniti ketika ia mengerjakan semua operasi sendirian, dengan adanya spesialisasi 10 pekerja dapat menghasilkan hingga 48000 per hari. Dengan konsepnya tersebut dapat meningkatkan prodiktivitas dengan pemilahan operasi sesuai kemampuan karyawan dan perancangan proses.

2.    CHARLES BABBAGE

Menerbitkan buku “On The Economy of Machinery & Manufacturers (1832)” dan mengemukakan konsep pembagian kerja (Division of Work). Dengan kosepnya ia dapat mengurangi biaya produksi dengan menggunakan wanita dan anak-anak  yang gajinya lebih rendah untuk operasi dengan keterampilan yang rendah. Sebelumnya untuk setiap operasi baik yang sulit maupun dengan keterampilan yang rendah dikerjakan oleh engineer yang gajinya jauh lebih mahal daripada wanita dan anak-anak. Satu hal yang tidak dilakukan oleh Charles Babbage adalah melakukan kajian perbaikan waktu operasi secara ilmiah. Memang dia mencatat waktu setiap operasi pembuatan , namun ia tidak melakukan analisis dan perbaikan terhadap waktu noperasim yang dilakukan oleh pekerja.


3.    MATTHEW ROBINSON BOULTON dan JAMES WATT,Jr
Pada tahun 1796, Matthew Robinson menjadi partner dengan James Watt di Great Britain. Mereka pempraktekkan hampir seluruh “scientific management technique” yang meliputi:
a.    Market research and forecasting
b.    Planned site location
c.    Plannned machine layout
d.    Production planning
e.    Machine-operating standards
f.     Standardization of product components
g.    Advanced control records
h.    Worker training
i.      Advanced division of labor
j.      Work study
k.    Payment by result
l.      Provision for personel welfare
m.   An executive development program
Fakta penting adalah mereka tidak mempatenkan penelitian mereka, hanya surat-surat kepada partnernya.

4.    ELI WHITNEY

Ia mengemukakan  konsep  “interchangeable manufacture”,  yaitu konsep memproduksi komponen  atau part yang sama (persis) sehingga komponen dari suatu unit dapat dipertukarkan dengan komponen dari unit yang lainnya sehinggga akam mempermudah dalam proses perakitannya.  Misalnya bagian dalam dari komputer desktop yang dapat dipertukarkan atau diganti-ganti kompenennya. Dengan konsep ini maka terjadi spesialisasi dalam pembuatan komponen atau suku cadang sehingga produktivitasnya dapat meningkat.  Ia dikontrak oleh pemerintah untuk membuat 10000 senapan untuk pembekalan senjata Amerika Serikat.
Untuk melaksanakan gagasan spesialisasi pembuatan komponen yang kompatibel ini, ada 3 hal yang dilakukan, yaitu :
-          Merancang spesifikasi secara rinci dan jelas dari komponen yang akan dibuat
-          Melatih pekerja untuk memproduksi komponen sesuai spesifikasi yang telah ditentukan
-          Melakukan inspeksi dan penilaian apakah hasil komponen yang dihasilkan sesuai spesifikasi yang dirancang

5.    HENRY TOWNE

Ia membuat kontribusi yang besar bagi profesi engineer yaitu menerbitkan makalah “The Engineer As Economist (1886)” yang menekankan bahwa engineer juga harus memperhatikan aspek-aspek ekonomis dari keputusan-keputusan yang ia buat. Engineer selain sebagai insinyur juga harus berpikir layaknya sebagai seorang ekonom. Konsepnya ini sama dengan konsep efisiensi dimana sumber-sumber atau bahan baku yang digunakna tidak ada yang terbuang sia-sia.

6.    HENRY FAYOL

Henry Fayol dianggap sebagai pelopor manajemen klasik bukan karena dia yang pertama kali menemukan prinsip manajemen, tetapi karena dialah yang pertama kali melakukan analisis dan sintesis secara sistematis sehingga dapat ditemukan apa yang kemudian dikenal sebagai “The Principle of Management”. Gagasannya didasarkan atas keyakinan bahwa manajemen dapat diajarkan dan kebeberhasilan dalam mengelolaa perusahaan bukan semata-mata didasarkan pada bakat dan kemampuan personal tetapi pada metoda yang digunakan.
Menurut Fayol administrasi bisnis memiliki 5 elemen utama yaitu:
-   Perencanaan (Planning)
-   Pengorganisasian (Organizing)
-   Pengarahan/Komando (Commanding)
-   Pengkoordinasian (Coordination)
-   Pengendalian (Control)

PERSAMAAN DAN PERBEDAAN TEKNIK INDUSTRI DENGAN ENGINEERING LAINNYA

Persamaan Teknik Industri dengan Engineering lainnya terletak pada awalnya yaitu permintaan dari konsumen atau kebutuhan. Selain itu semua engineering termasuk Teknik Industri itu sendiri memerlukan suatu input yang diolah atau diproses agar menjadi suatu output.
Perbedaan Teknik Industri dengan Engineering lainnya terletak pada komponen sistem, ilmu pengetahuan yang dipakai, sistem yang diproses, tujuan, profesi dan output


Objek dan Ruang Lingkup Teknik Industri


Objek dari  teknik industri merupakan suatu sistem yang terintegrasi dari manusia, mesin, material, informasi, dan energi. 

Ruang lingkup Teknik Industri adalah suatu hubungan antara manusia, mesin, material, informasi, dan energi tersebut. Namun Teknik Industri lebih menekankan pada hubungan antara manusia dengan mesin dan materialnya. 

 Pada dasarnya, ilmu Teknik Industri dapat dibagi ke dalam tiga bidang keahlian, yaitu Sistem Manufaktur, Manajemen Industri, dan Sistem Industri dan Tekno Ekonomi.  Sistem Manufaktur adalah sebuah sistem yang memanfaatkan pendekatan teknik industri untuk peningkatan kualitas, produktivitas, dan efisiensi sistem integral yang terdiri dari manusia, mesin, material, energi, dan informasi melalui proses perancangan, perencanaan, pengoperasian, pengendalian, pemeliharaan, dan perbaikan dengan menjaga keselarasan aspek manusia dan lingkungan kerjanya. Jenis bidang keilmuan yang dipelajari dalam Sistem Manufaktur ini antara lain adalah Sistem Produksi, Perencanaan dan Pengendalian Produksi, Pemodelan Sistem, Perancangan Tata Letak Pabrik, dan Ergonomi. 


Bidang keahlian Manajemen Industri adalah bidang keahlian yang memanfaatkan pendekatan teknik industri untuk penciptaan dan peningkatan nilai sistem usaha melalui fungsi dan proses manajemen dengan bertumpu pada keunggulan sumber daya insani dalam menghadapi lingkungan usaha yang dinamis. Jenis bidang keilmuan yang dipelajari dalam Manajemen Industri antara lain adalah Manajemen Keuangan, Manajemen Kualitas, Manajemen Inovasi, Manajemen Sumber Daya Manusia, Manajemen Pemasaran, Manajemen Keputusan dan Ekonomi Teknik. 

Bidang keahlian Sistem Industri dan Tekno-Ekonomi adalah bidang keahlian yang memanfaatkan pendekatan teknik industri untuk peningkatan daya saing sistem integral yang terdiri atas tenaga kerja, bahan baku, energi, informasi, teknologi, dan infrastruktur yang berinteraksi dengan komunitas bisnis, masyarakat, dan pemerintah. Bidang keilmuan yang dipelajari di dalam Sistem Industri dan Tekno Ekonomi antara lain adalah Statistika Industri, Sistem Logistik, Logika Pemrograman, Operational Research, dan Sistem Basis Data 

Pengertian Teknik Industri


American Institute of Industrial Engineeringpada awal era 1960an mendefinisikan bahwa Teknik Industri adalah bidang keteknikan yang berkonsentrasi pada “design, Improvement, and Instalation” dari sistem manusia, material, peralatan dan energi yang saling terintegrasi. Yang membutuhkan spesialisasi ilmu pengetahuan meliputi keahlian ilmu matematika, fisika, dan sains sosial dibarengi dengan prinsip-prinsip dan metode teknik analisis dan desain untuk menspesifikasi, memprediksi, dan mengevaluasi hasil yang akan didapat dari seperangkat sistem.
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas, teknik industri adalah cabang dari ilmu teknik yang berkenaan dengan pengembangan, perbaikan, implementasi, dan evaluasi sistem integral dari manusia, pengetahuan, peralatan, energi, materi, dan proses.