Thursday, September 29, 2011

PENGUKURAN DALAM ILMU PSIKOLOGI


PENGUKURAN DALAM PSIKOLOGI
Proses pengukuran harus melalui prosedur yang dapat dipertanggungjawabkan mencakup proses pengelompokan responden dalam tingkat, jumlah atau ukuran 

Proses pengolahan data yang baik, mencakup pengkelasan atau pengkatagorian sesuai dengan tujuan riset
Rancangan eksperimen: 
Upaya untuk menyiapkan proses penelitian yang baik, mencakup langkah‑langkah serta rencana pelaksanaan penelitiannya

Peneliti:
Menyusun rencana eksperimen secara detail: mencakup penyiapan peralatan khusus & instrumen penqukuran, prosedur yang akan dilaksanakan saat pengumpulan data & pengolahan

Meneliti pengaruh suatu variabel independen terhadap variabel dependen  faktor lain dikendalikan, sifat: konstan (tidak berpengaruh)

INTERPRETASI STATISTIKAL
Fungsi statistikal dalam riset psikologi: mengungkap perbedaan antara dua kelompok perilaku dan mendapatkan nilai suatu aspek psikologi

Perbedaannya terbukti signifikan secara statistika  ahli psikologi akan menyatakan perbedaannya

Hasil uji statistik akan diterima oleh psikolog, dengan suatu kepercayaan bahwa jika eksperimen tersebut diulang dengan kondisi eksperimen yang sama & menghasilkan informasi sama


KORELASI SEBAGAI ALTERNATIF EKSPERIMEN
Kadang eksperimen tidak mungkin dilaksanakan

Misal: 
Seorang dokter tertarik pada pengetahuan tentang otak manusia
Tidak mungkin memiliki kebebasan untuk melakukan operasi kepala manusia  memahami sisi biologis otak manusia

Namun pengetahuan (pengalaman) yang dimiliki bahwa ada hubungan antara suatu bagian dari otak manusia dengan kemampuan berbicaranya 
Berdasarkan pengetahuan ini, dapat disimpulkan bahwa jika anda mendapatkan seseorang pasien yang memiliki kerusakan pada bagian dari otak tersebut, maka anda dapat menyimpulkan bahwa pasien anda tersebut akan kehilangan kemampuan bicaranya

Penarikan kesimpulan seperti ini disebut dengan korelasi ‑terdapat korelasi antara suatu bagian otak dengan kemampuan bicara manusia. Besarnya korelasi ini dinilai dengan suatu konstanta korelasi, besar: 0‑1

PSIKOLOGI SEBAGAI ILMU Dan Metoda Yang Dipakai


PSIKOLOGI SEBAGAI ILMU
Metoda Riset:

Metoda Eksperimental, Metoda Observasi
Metoda Survey, Metoda Tes

Pengukuran dalam Psikologi:

Rancangan Eksperimental
Interpretasi Statistikal
Korelasi sebagai alternatif Eksperimen

METODA EKSPERIMENTAL
Dilakukan baik di dalam, di luar ruangan laboratorium

Mengukur & mengontrol variabel penelitian (variabel yang diukur)

Misal:
Mengetahui apakah kemampuan belajar dipengaruhi oleh lamanya tidur
2 kelompok:
1. kelompok boleh tidur setelah jam 23.00
2. kelompok boleh tidur setelah jam 01.00

variabel independen: lama tidur & variabel dependen: kemampuan belajar

Keuntungan:
Kemudahan untuk menciptakan kondisi eksperimen yang terkendali (dalam ruangan)

METODA OBSERVASI
Observasi binatang & manusia: cikal bakal metoda riset psikologi

Kesimpulan objektif: fase kritis dalam menemukan hal baru dari suatu observasi terhadap suatu perilaku

Investigator:
Keterampilan observasi
Mencatat setiap kejadian secara teliti  menyusun proyeksi atau kesimpulan laporan

METODA SURVEY
Kuesioner atau interview

Masters & Johnson:
Respon sexual laki & perempuan, dimulai dengan eksperimen serta survey kepada Kinsey & pasangannya
Berdasarkan informasi awal ini dilakukan survey yang lebih luas kepado ribuan responden lainnya untuk mengetahui Perilaku Sexual Laki & Perempuan

Fase kritis:
Peneliti merancang instrumen kuesioner, melatih calon responden, menetapkan sample yang akan diukur, menetapkan metoda & alat analisis

METODA TEST
Instrumen penting dalam Psikologi: menemukan skore seseorang relatif terhadap kebanyakan orang

Kegunaan:
Mengukur kemampuan, minat, perilaku, bakat seseorang
Mendapatkan sejumlah data akurat: kehidupan sehari‑hari seseorang tanpa alat laboratorium
Mengungkapkan aspek tertentu pada situasi uniform seseorang dibandingkan dengan sekelompok orang lain (intelegensi, keterampilan, rasa cemas, persepsi)

Tahap pembuatan instrumen test: persiapan, penskalaan,  penetapan norma‑norma

Apa Saja Bidang terapan Psikologi (Penjelasan)


BIDANG TERAPAN PSIKOLOGI 

Psikologi Eksperimental & Phisiologis
Reaksi terhadap rangsangan warna
Membayangkan dunia, belajar, mengingat
Respon emosional, dll.

Bekerja dengan menggunakan binatang sebagai objek  memahami perilaku (instink) dasar manusia

Mengembangkan metoda pengukuran dan pengendalian psikologi

Psikologi Perkembangan:
Studi pertumbuhan manusia serta faktor-faktor yang mempengaruhi sejak lahir sampai dewasa
Bagaimana perkembangan & perubahan kemampuan bahasa seorang anak 

Psikologi Sosial:
Memahami sikap & perilaku seseorang dipengaruhi oleh interaksi dengan orang lain
Studi tentang perilaku kelompok, opini publik, riset pasar  identifikasi faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya prasangka & agresi

Psikologi Personaliti:

Produk dari psikologi perkembangan & psikologi sosial
Perbedaan (karakteristik khusus) individual  klasifikasi individu untuk memilih calon yang cocok

Psikologi Klinik:
Kemampuan melakukan diagnosa & memberikan perlakukan terhadap masalah-masalah emosional & perilaku
Sakit mental, perilaku kriminal, ketagihan obat, penurunan mental, konflik keluarga

Psikologi Konseling:
Serupa dengan psikologi klinik, tapi permasalahan yang dihadapi lebih ringan dibandingkan masalah psikolog klinikal
Psikologi Sekolah:
Melakukan evaluasi belajar & membantu memecahkan masalah emosional anak sekolah
Memberikan saran

Psikologi Pendidikan:
Belajar & mengajar, menemukan metoda pembelajaran yang efektif

Psikologi Industri:
Fokus pada pengembangan metoda pemilihan calon karyawan agar paling sesuai dengan suatu pekerjaan, mengembangkan program pelatihan & partisipasi manajemen pengambilan keputusan sehingga dapat meningkatan kesejahteraan karyawan

Psikologi Enjinering:
Menemukan keserasian hubungan antara manusia & mesin
Menemukan rancangan mesin untuk meminimasi kesalahan kerja akibat kesalahan manusia

Apa Saja Sub Disiplin Ilmu Psikologi (Penjelasan)


SUB-DISIPLIN PSIKOLOGI 


Psikologi Umum:
Tingkah laku manusia sebagai sesuatu yang terpisah
Objek: proses penginderaan, persepsi, emosi, kemampuan, pikiran, daya ingat, dll.

Psikologi Perkembangan:
Tingkah laku manusia berdasarkan tahap perkembangan
Psikologi anak, remaja, orang dewasa, manula
Psikologi Kerpibadian:
Perbedaan tingkah laku manusia
Teori kepribadian, perkembangan kepribadian, tipe kepribadian

Psikologi Sosial:
Tingkah laku manusia dalam hubungan dengan orang lain
Tingkah laku manusia di dalam kelompok: nilai, norma, aturan, komunikasi, kepemimpinan, kekuasaan, dll.
Psikologi Abnormal:
Tingkah laku manusia yang berada di luar batas-batas normal

Diterapkan dalam konteks (lingkungan): militer, pendidikan, industri, dll.

Cara Pendekatan yang Dilakukan Dalam Ilmu Psikologi


PENDEKATAN (BIOLOGI-SARAF)

Memahami aspek perilaku  pemahaman tentang proses kerja antara otak dengan sistem saraf

Setiap kejadian yang dialami  penjabaran aktivitas otak berserta sistem saraf

Misal: penemuan baru berhubungan erat antara aktivitas otak dengan perilaku & pengalaman

Hambatan: keterbatasan dalam memahami otak manusia yang kompleks (12 milyar sel saraf)


PENDEKATAN (PERILAKU) (1)
WATSON: studi mental, data diperoleh sebagai hasil observasi sendiri (self observation) yang direkam dalam form introspeksi

Introspeksi: pendekatan yang hanya dapat menghasilkan gambaran secara individual & bersifat privat, tidak dapat digeneralisir

Psikologi = ilmu  harus bisa diobservasi dan dapat diukur

Kita sendiri yang dapat mengintrospeksi persepsi & perasaan dan orang lain hanya dapat mengobservasi perilaku kita

Pendekatan observasi: mengenal perilaku seseorang sebagai ilmu psikologi yang objektif
SKINNER: 

Stimulus-Response (SR) Psikologi

Input (ransangan) & output (respon)

Pendekatan black-box: tidak memperhatikan bagaimana proses dalam organisme

Misal: pendekatan reward & punishment  mendorong terjadinya proses pembelajaran dengan cepat, minimasi kesalahan


PENDEKATAN (KOGNITIF)
Manusia: 

Setiap ransangan akan diproses secara aktif

Informasi akan diterima (melalui penglihatan, pendengaran, ingatan) & ditransformasikan dalam bentuk kategori baru di dalam otak untuk kemudian digunakan sebagai dasar untuk melakukan aktivitas (berbicara, membaca, belajar)
Kognitif proses mental dari persepsi, memori & proses pengolahan informasi:
mempunyai pengetahuan baru
memecahkan masalah
menyusun rencana masa depan

Psikologi kognitif: studi saintifik tentang kognisi

Tujuan: 
Mengembangkan teori yang dapat menjelaskan bagaimana berorganisasi & berfungsinya proses mental: proses menerima, memilih, menggunakan stimulus (informasi) untuk digunakan sebagai dasar bertindak, membuat keputusan atau membuat 
CRAIK:

Otak manusia seperti komputer yang memiliki kemampuan untuk modeling atau bekerja paralel

Analog dengan kerja komputer (sistem pengelola informasi): informasi yang masuk diproses dengan berbagai cara: dipilih, diambil & dibandingkan dengan informasi lain yang dimiliki dalam memori, ditransformasi, disusun, dsb.


PENDEKATAN (PSIKO-ANALITIK)
FREUD:

Perilaku manusia merupakan suatu unjuk laku yang muncul akibat proses di bawah sadar

Cara berpikir, rasa takut, keinginan seseorang muncul secara tidak sadar & berpengaruh pada perilaku

Impulse bawah sadar seseorang akan terbentuk karena dorongan atau akan mati karena perlakuan yang diterima seseorang dari lingkungannya sejak masa kecil
FREUD:

Impulse muncul pada saat mimpi, kesalahan saat bicara, atau gejala sakit mental

Manusia bukan mahluk rasional: manusia memiliki instink dasar sama dengan hewan (perilaku manusia berdasarkan pada kebutuhan dasar sex dan bersifat agresif) dan selalu bertentangan dengan nilai-nilai kehidupan sosial

Manusia tidak akan mampu hidup bersama secara damai


PENDEKATAN (PHENOMENOLOGI) 
FOKUS: 
Pengalaman subjektif  pemahaman tentang dunia, melakukan suatu aktivitas berdasarkan interpretasi tentang kejadian atau fenomena atas dasar pengalaman yang dimiliki

Mempelajari karakter alami manusia dalam menginterpretasikan diri & dunia melalui observasi setiap aktivitas

Menolak konsep perilaku seseorang dikendalikan oleh bawah sadar (teori Psikoanalitik) & reaksi terhadap faktor luar (teori Perilaku)
Perilaku seseorang bukan merupakan reaksi atas kekuatan luar yang terkendali, namun merupakan suatu aktualisasi diri sebagai seorang aktor yang mampu melawan takdir

Keyakinan bahwa setiap manusia mampu membangun jalan hidupnya masing-masing, karena memiliki kebebasan untuk memilihj dan menentukan tujuan hidup, sehingga kita dapat menyusun rencana untuk memilih jalan hidupnya

Pendekatan humanistik  pendekatan yang secara tegas membedakan antara manusia & binatang – khususnya sehubungan dengan konsep kebebasan untuk menemukan aktualisasi diri  teori motivasi


Pengertian Definisi (Apa Itu) Psikologi


Bahasa latin : psyche: jiwa & logos: ilmu pengetahuan
Psikologi: ilmu jiwa  abstrak
Studi tentang aktivitas mental manusia
Awal abad 20: Studi tentang perilaku
Asumsi perilaku dasar manusia: 
Penemuan hasil eksperimen tentang binatang dapat digeneralisir untuk memahami organisasi manusia
Perilaku binatang sama dengan perilaku dasar manusia
Studi saintifik tentang perilaku dan proses mental

Tujuan: 
Memahami perilaku yang pada dasarnya dapat diobservasi
Memahami proses mental yang memiliki karakteristik tidak dapat diobservasi langsung, namun dapat dipahami melalui perilaku dan data-data biologi-saraf.
Ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku manusia & berhubungan:

Bidang PENELITIAN: menemukan informasi baru berkenanaan dengan tingkah laku manusia yang berkembang menjadi sub displin dari psikologi

Bidang APLIKASI: menerapkan pengetahuan tentang tingkah laku manusia dalam berbagai masalah prkatis dalam kehidupan manusia

Penjelasan Apa itu Tingkat Ketelitian dan Keyakinan


1.       Tingkat Ketelitian dan Keyakinan
Yang dicari dalam melakukan pengukuran-pengukuran ini adalah waktu yang sebenarnya dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Karena waktu penyelesaian ini tidak pernah diketahui sebelumnya maka harus diadakan pengukuran-pengukuran. Yang ideal tentunya dilakukan pengukuran-pengukuran yang sangat banyak karena dengan demikian diperoleh jawaban yang pasti.

Tingkat ketelitian menunjukan penyimpangan maksimum hasil pengukuran dari waktu penyelesaian sebenarnya hal ini biasanya dinyatakan dalam persen. Sedangkan tingkat keyakinan menunjukan besarnya keyakinan pengukur bahwa hasil yang diperoleh memenuhi syarat ketelitian tadi, inipun dinyatakan dalam persen. Tingkat ketelitian dan tingkat keyakinan adalah pencerminan tingkat kepastian yang diinginkan oleh pengukur setelah memutuskan tidak akan  melakukan pengukuran yang sangat banyak. 

Apa itu Kemampuan penglihatan parsial Visual-spasial


1.       Kemampuan penglihatan parsial
kemampuan Visual-spasial adalah kemampuan untuk secaca mental memanipulasi benda-benda  2-dimensi dan 3 dimensi. Kemampuan ini dapat diukur dengan tes kognitif sederhana yang dapat mempresdiksi kinerja pengguna ketika dihadapkan dengan beberapa jenis user interface.
Beberapa jenis tes kognitif seperti VZ-1 (Form Board), VZ-2 (Paper Folding), dan VZ-3 (surface Development:
1.       Form Board test melibatkan peserta diberikan sebuah bentuk  dan satu set bentuk yang lebih kecil. They are then instructed to determine which combination of small shapes will fill the larger shape completely without overlapping.Mereka kemudian diinstruksikan untuk menentukan kombinasi bentuk benda kecil mana yang akan mengisi bentuk yang lebih besar tanpa tumpang tindih.
2.       Uji Paper Folding melibatkan peserta untuk menunjukkan urutan lipatan dalam secarik kertas, di mana satu set lubang kemudian diberikan pada kertas tersebut. The participants must choose which of a set of unfolded papers with holes corresponds to the one they have just seen. Para peserta harus memilih mana dari satu set lipatan kertas tersebut yang memiliki lubang sesuai dengan yang mereka baru saja lihat.
3.       Uji Surface Development melibatkan peserta dengan memberikan bentuk datar dengan sisi bernomor dan bentuk tiga dimensi dengan sisi berhuruf dan meminta para peserta untuk menunjukkan sisi yang jumlahnya sesuai dengan sisi berhuruf. 

Fungsi Penjelasan Transistor sebagai penguat Saklar Elektronik


Gerbang logika banyak sekali digunakan dalam dunia industri. Rangkaian gerbang logika sendiri tersusun atas beberapa transistor dan menerapkan sistem kerja dioda yang ada dalam transistor tersebut. Jenis-jenis gerbang logika yang dapat disusun diantaranya adalah gerbang logika And, Or, Nand, Nor, Not.  Rangkaian-rangkaian  tersebut dapat disusun dan di simplifikasi sedemikian rupa dengan menggunakan hukum de Morgan.


Saklar banyak digunakan dalam dunia industri. Saklar sendiri terbagi menjadi dua macam, saklar konvensional dan saklar elektronik. Pada saat sekarang ini dunia industri sudah begitu kompleks dan saklar elektronik sangat dibutuhkan. Saklar elektronik tersusun atas rangkaian-rangkaian gerbang logika And, Or, Nand, Nor dan Not.
           

Transistor  sebagai penguat
Sistem bilangan biner atau sistem bilangan basis dua adalah sebuah sistem penulisan angka dengan menggunakan dua simbol yaitu 0 dan 1. Sistem bilangan biner modern ditemukan oleh Gottfried Wilhelm Leibniz pada abad ke-17. Sistem bilangan ini merupakan dasar dari semua sistem bilangan berbasis digital. Dari sistem biner, kita dapat mengkonversinya ke sistem bilangan Oktal atau Hexadesimal. Sistem ini juga dapat kita sebut dengan istilah bit, atau Binary Digit. Pengelompokan biner dalam komputer selalu berjumlah 8, dengan istilah 1 Byte/bita. Dalam istilah komputer, 1 Byte = 8 bit. Kode-kode rancang bangun komputer, seperti ASCII, American Standard Code for Information Interchange menggunakan sistem peng-kode-an 1 Byte.
Perhitungan
Desimal
Biner (8 bit)
0
0000 0000
1
0000 0001
2
0000 0010
3
0000 0011
4
0000 0100
5
0000 0101
6
0000 0110
7
0000 0111
8
0000 1000
9
0000 1001
10
0000 1010
11
0000 1011
12
0000 1100
13
0000 1101
14
0000 1110
15
0000 1111
16
 0001 0000
Perhitungan dalam biner mirip dengan menghitung dalam sistem bilangan lain. Dimulai dengan angka pertama, dan angka selanjutnya. Dalam sistem bilangan desimal, perhitungan mnggunakan angka 0 hingga 9, sedangkan dalam biner hanya menggunakan angka 0 dan 1.
contoh: mengubah bilangan desimal menjadi biner
desimal = 10.
berdasarkan referensi diatas yang mendekati bilangan 10 adalah 8 (23), selanjutnya hasil pengurangan 10-8 = 2 (21). sehingga dapat dijabarkan seperti berikut
10 = (1 x 23) + (0 x 22) + (1 x 21) + (0 x 20).
dari perhitungan di atas bilangan biner dari 10 adalah 1010
dapat juga dengan cara lain yaitu 10 : 2 = 5 sisa 0 (0 akan menjadi angka terakhir dalam bilangan biner), 5(hasil pembagian pertama) : 2 = 2 sisa 1 (1 akan menjadi angka kedua terakhir dalam bilangan biner), 2(hasil pembagian kedua): 2 = 1 sisa 0(0 akan menjadi angka ketiga terakhir dalam bilangan biner), 1 (hasil pembagian ketiga): 2 = 0 sisa 1 (0 akan menjadi angka pertama dalam bilangan biner) karena hasil bagi sudah 0 atau habis, sehingga bilangan biner dari 10 = 1010
atau dengan cara yang singkat
10:2=5(0),
5:2=2(1),
2:2=1(0),
1:2=0(1) sisa hasil bagi dibaca dari belakang menjadi 1010

Definisi (Apa Itu) Transistor Cara Kerja dan Penjelasan Transistor


Transistor merupakan salah satu komponen elektronika yang banyak di pakai dalam dunia industri. Transistor memiliki 3 mode kerja yang pertama ialah cut off  yakni kondisi dimana transistor tidak mengalirkan arus listrik yang kedua adalah  saturasi  dimana transistor tepat mengalirkan arus listrik dan yang ketiga ialah  aktif  yakni kondisi dimana biasa disebut sebagai penguatan. Secara fungsinya transistor dapat berfungsi sebagai saklar kondisi ini setara ketika kondisi transistor saturasi dan fungsi lainya adalah transistor sebagai penguat sinyal yakni setara dengan kondisi saat transistor dalam keadaan mode kerja aktif. 


1.        Pada Transistor sebagai penguat sinyak pengukuran untuk nilai resistor yang besar tidak memberikan hasil baik bagi tegangan basis-emitor, tegangan collector-emitor, dan tegangan masuk dikarenakan jika dimisalkan transistor itu adalah keran air maka basis yang memiliki nilai resistor yang besar akan mengalikan arus yang sangat kecil sehingga basis tersebut tidak dapat mengalirkan arus jadi tidak ada tegangan yang bisa diukur.
2.        Pada pemakaian generator sinyal terjadi gelombang yang tidak sesuai dengan yang seharusnya ada pada perhitungan teori ketika dihubungkan pada rangkaian hal ini dapat disebabkan karena kondisi alat (kit praktiku, kabel) yang juga memiliki nilai resistif yang dapat menambah atau mengurangi apa yang ditampilkan osiloskop.
3.        Pembacaan signal pada osiloskop diperlukan ketelitian dalam mengatur volt/div dan time/div karena akan mempengaruhi kemudahan dalam menghitung panjang gelombang dan frekuensi dari signal tersebut.




Di dalam dunia industri salah satu aplikasi Transistor adalah berfungsi sebagai switch dan sebagai penguat.
1.1       Transistor  sebagai switch
1.         Dengan mengatur bias sebuah transistor sampai transistor jenuh, maka seolah akan didapat hubung singkat antara kaki kolektor dan emitor. Dengan memanfaatkan fenomena ini, maka transistor dapat difungsikan sebagai saklar elektronik.
           Transistor Sebagai Saklar
Pada gambar terlihat sebuah rangkaian saklar elektronik dengan menggunakan transistor NPN dan transistor PNP. Tampak TR3 (NPN) dan TR4 (PNP) dipakai menghidupkan dan mematikan LED.
TR3 dipakai untuk memutus dan menyambung hubungan antara katoda LED dengan ground. Jadi jika transistor OFF maka led akan mati dan jika transistor ON maka led akan hidup. Karena kaki emitor dihubungkan ke ground maka untuk menghidupkan transistor, posisi saklar SW1 harus ON jadi basis transistor TR3 mendapat bias dari tegangan positif dan akibatnya transistor menjadi jenuh (ON) lalu kaki kolektor dan kaki emitor tersambung. Untuk mematikan LED maka posisi SW1 harus OFF.
TR4 dipakai untuk memutus dan menyambung hubungan antara anoda LED dengan tegangan positif. Jadi jika transistor OFF maka led akan mati dan jika transistor ON maka led akan hidup. Karena kaki emitor dihubungkan ke tegangan positif, maka untuk menghidupkan transistor, posisi saklar SW2 harus ON jadi basis transistor TR4 mendapat bias dari tegangan negatif dan akibatnya transistor menjadi jenuh (ON) lalu kaki emitor dan kaki kolektor  tersambung. Untuk mematikan LED maka posisi SW1 harus OFF.
1.2       Transistor  sebagai penguat
Selain sebagai penguat arus, transistor juga bisa digunakan sebagai penguat tegangan pada sinyal AC. Untuk pemakaian transistor sebagai penguat sinyal digunakan beberapa macam teknik pembiasan basis transistor. Dalam bekerja sebagai penguat sinyal AC, transistor dikelompokkan menjadi beberapa jenis penguat, yaitu: penguat kelas A, penguat kelas B, penguat kelas AB, dan kelas C.
       Transistor Sebagai Penguat Sinyal AC
Pada gambar tampak bahwa R15 dan R16 bekerjasama dalam mengatur tegangan bias pada basis transistor. Konfigurasi ini termasuk jenis penguat kelas A. Sinyal input masuk ke penguat melalui kapasitor C8 ke basis transistor. Dan sinyal output diambil pada kaki kolektor dengan melewati kapasitor C7.
Fungsi kapasitor pada input dan output penguat adalah untuk mengisolasi penguat terhadap pengaruh dari tegangan DC eksternal penguat. Hal ini berdasarkan karakteristik kapasitor yang tidak melewatkan tegangan DC.

Gambar 31 Diagrammetodologi Transistor sebagai switch dan penguat

Pengesetan Alat dalam percobaan 3
1.        Multimeter, multimeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur arus, hambatan dan tegangan pada suatu komponen listrik, didalam praktikum ini digunakan dua jenis multimeter yaitu multimeter analog dan multimeter digital .
                      
Cara pengesetan dan pemakaian: - putar knop pada posisi bergambar ohm dari posisi awal knop off
-          Tekan select untuk mengatur skala pengukuran
-          Tempelkan kedua kabel merah dan hitam pada ujung-ujung instrumen yang akan diukur
-          Baca hasil pada display
-          Untuk multimeter analog sebelum penggantian skala harus dilakukan proses kalibrasi yaitu dengan mengenolkan posisi awal jarum sebelum pengukuran
2.        Generator signal adalah instrumen yang membangkitkan berbagai jenis signal
                                                          
Pengesetan dan pemakaian:
- input frekuensi pada pad generator signal untuk frekuensi yang akan diukur pada osiloskop
- pasang kabel dari generator ke osiloskop untuk menyambungkan keduanya
- tentukan jenis gelombang yang akan ditampilkan pada display
- tentukan amplitudo dengan memutar tunning berlabel AMPL

3. Osiloskop adalah instrumen ukur yang dapat menampilkan visualisasi dinamis signal tegangan yang diukurnya
                                                           
Pengesetan dan Pemakaian:
-          Pastikan kabel konektor dari generator signal telah terpasang pada chanel 1 atau 2
-          Gelombang akan tampil pada layar display atur tampilan pada layar display dengan menggeser posisi gelombang dengan menggunakan tombol position
-          Besarnya div-div pada display dapat disesuaikan dengan tombol volt/div dan time/div
-          Untuk menentukan posisi nol dari gelombang dapat digunakan tombol GND samapi gelombang menyerupai garis lurus dan kemudian posisi gelombang tersebut dapat digeser sesuai posisi nol yang kita inginkan.

Resistor, Kapasitor dan Induktor Tiga Komponen Dasar Elektronika



 Tiga  komponen  dasar  yang  banyak  digunakan  di  dalam  berbagai  rangkaian elektronika adalah resistor, kapasitor dan induktor. 
1.        Resistor berfungsi  untuk  mengatur  aliran  arus  listrik.  Misalnya,  resistor  dipasang  seri dengan LED untuk membatasi besar arus yang melalui LED.  pada bagian ini (dan bagian-bagian lain di dalam laporan) dapat ditulis dalam bentuk sub-bab jika diperlukan.
2.        
Resistor yang biasa kita jumpai memiliki nilai resistansi yang direpresentasikan oleh ISO kode warna  pada  badan  resistor.  

3.        Ketika melewati  resistor, energi listrik diubah menjadi energi panas. Tentu saja dampak energi panas yang berlebih akan menimbulkan kerusakan pada resistor. Oleh karena  itu, resistor memiliki  rating  daya  yang merepresentasikan seberapa besar arus maksimum yang diperkenankan melewati resistor.
4.        Kapasitor adalah instrumen yang bekerja dengan menyimpan muatan. Aplikasi kapasitor diantaranya digunakan sebagai filter pada rangkaian penyearah tegangan.
5.        Ada  dua  tipe  kapasitor,  yaitu  polar  dan  nonpolar/  bipolar.  Perbedaan  dari  keduanya adalah pada ketentuan pemasangan kakikakinya. Polaritas pada kapasitor polar dapat diketahui melalui  label  polaritas  (negatif  atau  positif)  kaki  kapasitornya  atau  panjangpendek kakikakinya. Pemasangan kapasitor polar ini harus  sesuai dengan polaritasnya. Sementara,  untuk  pemasangan  kapasitor  nonpolar,  tidak  ada ketentuan pemasangan polaritas  kakikakinya  karena  itu  pula  pada kapasitor  nonpolar  tidak  ada  label polaritasnya.
6.        
Induktor, Pada  rangkaian DC,  induktor dapat digunakan untuk memperoleh  tegangan DC  yang  konstan  terhadap  fluktuasi  arus.  Pada rangkai AC,induktor dapat meredam fluktuasi arus yang tidak diinginkan. 

           

Penjelasan gambar kapasitor bentuk radial dan kapasitor bentuk aksial (kiri), kapasitor polar, kapasitor tantlum dan kapasitor elektrolit (kanan).

1.        Multimeter, multimeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur arus, hambatan dan tegangan pada suatu komponen listrik, didalam praktikum ini digunakan dua jenis multimeter yaitu multimeter analog dan multimeter digital .
                      
Cara pengesetan dan pemakaian: - putar knop pada posisi bergambar ohm dari posisi awal knop off
-          Tekan select untuk mengatur skala pengukuran
-          Tempelkan kedua kabel merah dan hitam pada ujung-ujung instrumen yang akan diukur
-          Baca hasil pada display
-          Untuk multimeter analog sebelum penggantian skala harus dilakukan proses kalibrasi yaitu dengan mengenolkan posisi awal jarum sebelum pengukuran
2.        Generator signal adalah instrumen yang membangkitkan berbagai jenis signal
                                                          
Pengesetan dan pemakaian:
- input frekuensi pada pad generator signal untuk frekuensi yang akan diukur pada osiloskop
- pasang kabel dari generator ke osiloskop untuk menyambungkan keduanya
- tentukan jenis gelombang yang akan ditampilkan pada display
- tentukan amplitudo dengan memutar tunning berlabel AMPL

3. Osiloskop adalah instrumen ukur yang dapat menampilkan visualisasi dinamis signal tegangan yang diukurnya
                                                           
Pengesetan dan Pemakaian:
-          Pastikan kabel konektor dari generator signal telah terpasang pada chanel 1 atau 2
-          Gelombang akan tampil pada layar display atur tampilan pada layar display dengan menggeser posisi gelombang dengan menggunakan tombol position
-          Besarnya div-div pada display dapat disesuaikan dengan tombol volt/div dan time/div
-          Untuk menentukan posisi nol dari gelombang dapat digunakan tombol GND samapi gelombang menyerupai garis lurus dan kemudian posisi gelombang tersebut dapat digeser sesuai posisi nol yang kita inginkan.

KAITAN ELEKTRONIKA DALAM DUNIA INDUSTRI


KAITAN ELEKTRONIKA DALAM DUNIA INDUSTRI
Revolusi Industri yang terjadi pada awal abad ke 19 menjadikan babak baru bagi perkembangan dunia industri, dengan  ditemukannya mesin uap  industri-industri dalam berbagai aspek jenis hasil produksi berkembang dengan pesat ditenagai oleh mesin yang dikembangkan dengan menggunakan prinsip mesin uap. Dampak dari revolusi industri menyebabkan pabrik-pabrik skala besar tumbuh menjamur dimana-mana yang kemudian memiliki konsekuensi  terjadinya perubahan dalam masyarakat.
Awalnya pabrik-pabrik tersebut ditenagai oleh tenaga uap, tetapi kemudian dialihkan ke tenaga listrik setelah sebuah jaringan listrik di kembangkan. Hal ini pun memberikan dampak besar dalam dunia industri dimana mesin-mesin bertenaga uap digantikan oleh mesin bertenaga listrik menyebabkan peningkatan yang signifikan dalam hal efisiensi. Perkembangannya tidak berhenti sampai disitu melainkan terus mengalami inovasi. Penerapan otomatisasi hadir untuk menggantikan operator manusia. Proses ini dipercepat dengan perkembangan komputer dan robot .
Disini peran elektronika hadir di dunia industri, Elektronika sendiri merupakan ilmu yang mempelajari alat listrik arus lemah yang dioperasikan dengan cara mengontrol aliran elektron atau partikel bermuatan listrik dalam suatu alat seperti komputer, peralatan elektronik, termokopel, semikonduktor, dan lain sebagainya. Revolusi besar-besaran terhadap dunia elektronika terjadi sekitar tahun 1960-an, dimana saat itu mulai ditemukan suatu komponen elektronika yang dinamakan Transistor, yang berbahan dasar silicon sehingga memungkinkan membuat suatu alat dalam dimensi yg lebih kecil dan lebih hemat listrik.
Sebagai contoh, dalam bidang industri berat, Elektronika digunakan sebagai sistem otomatisasi, biasa disebut Mekatronika, atau yang lebih familiar adalah teknologi Robot, hampir seluruh proses pembuatan suatu produk semuanya di kerjakan oleh tangan-tangan besi tersebut, hal ini menjadikan proses produksi menjadi semakin efektif dan efisien.  Sistem otomatisasi dalam dunia industri biasanya menggunakan beberapa media pembantu   yaitu Hidrolik, Pneumatic dan Motor servo. Adapun kelebihan dan kekurangan dari ketiga media pembantu tersebut ialah :
1. Hidrolik
a. Berdaya besar
b. Respon Lambat
c.  Menggunakan OLI, sehingga biasa ada genangan OLI disekitar instrument, tidak cocok utk proses pekerja’an yg membutuhkan kebersihan tinggi
2. Pneumatic
a. Daya tidak sebesar Hidrolik
b. Respon cepat
c. Menggunakan udara yg dikompresi, teknologi ini cenderung lebih bersih dari hidrolik, cocok utk industri yg membutuhkan kebersihan pada proses produksi
3. Motor servo
a.  Daya leih rendah dari pneumatic
b.  Respon sangat cepat
c.  Tingkat ketelitian sangat tinggi dibanding kedua teknologi di atas
d.   Menggunakan motor servo yang bisa dikatakan sangat bersih tanpa ada kotoran yang dikeluarkan pada saat bekerja, sangat cocok utk industri elelktronika, misalnya dalam proses pembuatan prosesor.

Dewasa ini Elektronika dalam dunia industri semakin berkembang dan sulit untuk dipisahkan. Hadir kemudian cabang ilmu yang menggabungkan antara pengetahuan elektronika dan instrumentasi yang diperlukan dalam suatu industri. Cabang ilmu ini dikenal sebagai Elektronika dan Instrumentasi. Pengetahuan elektronika sangat diperlukan untuk mendukung sistem pengukuran dan pengontrolan instrumentasi dari industri yang dikendalikan.

Di dalam suatu industri kimia, misalnya, bermacam-macam reaksi kimia harus diukur dan dikendalikan baik suhu, volume campuran bahan, tekanan, derajad keasaman, dan lain-lainnya. Sementara pada industri baja dan logam, suhu yang tinggi harus diukur secara tepat dengan menggunakan alat pengukur elektronik untuk bisa mengendalikan pengepresan logam pada ketebalan yang diinginkan. Pada umumnya, peralatan pengukuran atau alat pengukur secara elektronik ini merupakan bagian dasar instrumentasi yang dipakai pada hampir semua bidang industri.

Bidang elektronika dan instrumentasi ini, tidak hanya diaplikasikan untuk industri kimia dan industri baja semata, tetapi diperlukan juga untuk pabrik mobil, pabrik gula, pabrik kertas, pabrik pemrosesan makanan, untuk instrumentasi kedokteran, dan untuk pabrik pembuatan alat-alat elektronik itu sendiri (seperti pabrik pembuatan telepon genggam, pabrik pembuatan chip/ sirkuit terpadu, pabrik pembuatan komputer, dsb).