Thursday, September 29, 2011

Resistor, Kapasitor dan Induktor Tiga Komponen Dasar Elektronika



 Tiga  komponen  dasar  yang  banyak  digunakan  di  dalam  berbagai  rangkaian elektronika adalah resistor, kapasitor dan induktor. 
1.        Resistor berfungsi  untuk  mengatur  aliran  arus  listrik.  Misalnya,  resistor  dipasang  seri dengan LED untuk membatasi besar arus yang melalui LED.  pada bagian ini (dan bagian-bagian lain di dalam laporan) dapat ditulis dalam bentuk sub-bab jika diperlukan.
2.        
Resistor yang biasa kita jumpai memiliki nilai resistansi yang direpresentasikan oleh ISO kode warna  pada  badan  resistor.  

3.        Ketika melewati  resistor, energi listrik diubah menjadi energi panas. Tentu saja dampak energi panas yang berlebih akan menimbulkan kerusakan pada resistor. Oleh karena  itu, resistor memiliki  rating  daya  yang merepresentasikan seberapa besar arus maksimum yang diperkenankan melewati resistor.
4.        Kapasitor adalah instrumen yang bekerja dengan menyimpan muatan. Aplikasi kapasitor diantaranya digunakan sebagai filter pada rangkaian penyearah tegangan.
5.        Ada  dua  tipe  kapasitor,  yaitu  polar  dan  nonpolar/  bipolar.  Perbedaan  dari  keduanya adalah pada ketentuan pemasangan kakikakinya. Polaritas pada kapasitor polar dapat diketahui melalui  label  polaritas  (negatif  atau  positif)  kaki  kapasitornya  atau  panjangpendek kakikakinya. Pemasangan kapasitor polar ini harus  sesuai dengan polaritasnya. Sementara,  untuk  pemasangan  kapasitor  nonpolar,  tidak  ada ketentuan pemasangan polaritas  kakikakinya  karena  itu  pula  pada kapasitor  nonpolar  tidak  ada  label polaritasnya.
6.        
Induktor, Pada  rangkaian DC,  induktor dapat digunakan untuk memperoleh  tegangan DC  yang  konstan  terhadap  fluktuasi  arus.  Pada rangkai AC,induktor dapat meredam fluktuasi arus yang tidak diinginkan. 

           

Penjelasan gambar kapasitor bentuk radial dan kapasitor bentuk aksial (kiri), kapasitor polar, kapasitor tantlum dan kapasitor elektrolit (kanan).

1.        Multimeter, multimeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur arus, hambatan dan tegangan pada suatu komponen listrik, didalam praktikum ini digunakan dua jenis multimeter yaitu multimeter analog dan multimeter digital .
                      
Cara pengesetan dan pemakaian: - putar knop pada posisi bergambar ohm dari posisi awal knop off
-          Tekan select untuk mengatur skala pengukuran
-          Tempelkan kedua kabel merah dan hitam pada ujung-ujung instrumen yang akan diukur
-          Baca hasil pada display
-          Untuk multimeter analog sebelum penggantian skala harus dilakukan proses kalibrasi yaitu dengan mengenolkan posisi awal jarum sebelum pengukuran
2.        Generator signal adalah instrumen yang membangkitkan berbagai jenis signal
                                                          
Pengesetan dan pemakaian:
- input frekuensi pada pad generator signal untuk frekuensi yang akan diukur pada osiloskop
- pasang kabel dari generator ke osiloskop untuk menyambungkan keduanya
- tentukan jenis gelombang yang akan ditampilkan pada display
- tentukan amplitudo dengan memutar tunning berlabel AMPL

3. Osiloskop adalah instrumen ukur yang dapat menampilkan visualisasi dinamis signal tegangan yang diukurnya
                                                           
Pengesetan dan Pemakaian:
-          Pastikan kabel konektor dari generator signal telah terpasang pada chanel 1 atau 2
-          Gelombang akan tampil pada layar display atur tampilan pada layar display dengan menggeser posisi gelombang dengan menggunakan tombol position
-          Besarnya div-div pada display dapat disesuaikan dengan tombol volt/div dan time/div
-          Untuk menentukan posisi nol dari gelombang dapat digunakan tombol GND samapi gelombang menyerupai garis lurus dan kemudian posisi gelombang tersebut dapat digeser sesuai posisi nol yang kita inginkan.

1 comment: