Thursday, September 29, 2011

Cara Pendekatan yang Dilakukan Dalam Ilmu Psikologi


PENDEKATAN (BIOLOGI-SARAF)

Memahami aspek perilaku  pemahaman tentang proses kerja antara otak dengan sistem saraf

Setiap kejadian yang dialami  penjabaran aktivitas otak berserta sistem saraf

Misal: penemuan baru berhubungan erat antara aktivitas otak dengan perilaku & pengalaman

Hambatan: keterbatasan dalam memahami otak manusia yang kompleks (12 milyar sel saraf)


PENDEKATAN (PERILAKU) (1)
WATSON: studi mental, data diperoleh sebagai hasil observasi sendiri (self observation) yang direkam dalam form introspeksi

Introspeksi: pendekatan yang hanya dapat menghasilkan gambaran secara individual & bersifat privat, tidak dapat digeneralisir

Psikologi = ilmu  harus bisa diobservasi dan dapat diukur

Kita sendiri yang dapat mengintrospeksi persepsi & perasaan dan orang lain hanya dapat mengobservasi perilaku kita

Pendekatan observasi: mengenal perilaku seseorang sebagai ilmu psikologi yang objektif
SKINNER: 

Stimulus-Response (SR) Psikologi

Input (ransangan) & output (respon)

Pendekatan black-box: tidak memperhatikan bagaimana proses dalam organisme

Misal: pendekatan reward & punishment  mendorong terjadinya proses pembelajaran dengan cepat, minimasi kesalahan


PENDEKATAN (KOGNITIF)
Manusia: 

Setiap ransangan akan diproses secara aktif

Informasi akan diterima (melalui penglihatan, pendengaran, ingatan) & ditransformasikan dalam bentuk kategori baru di dalam otak untuk kemudian digunakan sebagai dasar untuk melakukan aktivitas (berbicara, membaca, belajar)
Kognitif proses mental dari persepsi, memori & proses pengolahan informasi:
mempunyai pengetahuan baru
memecahkan masalah
menyusun rencana masa depan

Psikologi kognitif: studi saintifik tentang kognisi

Tujuan: 
Mengembangkan teori yang dapat menjelaskan bagaimana berorganisasi & berfungsinya proses mental: proses menerima, memilih, menggunakan stimulus (informasi) untuk digunakan sebagai dasar bertindak, membuat keputusan atau membuat 
CRAIK:

Otak manusia seperti komputer yang memiliki kemampuan untuk modeling atau bekerja paralel

Analog dengan kerja komputer (sistem pengelola informasi): informasi yang masuk diproses dengan berbagai cara: dipilih, diambil & dibandingkan dengan informasi lain yang dimiliki dalam memori, ditransformasi, disusun, dsb.


PENDEKATAN (PSIKO-ANALITIK)
FREUD:

Perilaku manusia merupakan suatu unjuk laku yang muncul akibat proses di bawah sadar

Cara berpikir, rasa takut, keinginan seseorang muncul secara tidak sadar & berpengaruh pada perilaku

Impulse bawah sadar seseorang akan terbentuk karena dorongan atau akan mati karena perlakuan yang diterima seseorang dari lingkungannya sejak masa kecil
FREUD:

Impulse muncul pada saat mimpi, kesalahan saat bicara, atau gejala sakit mental

Manusia bukan mahluk rasional: manusia memiliki instink dasar sama dengan hewan (perilaku manusia berdasarkan pada kebutuhan dasar sex dan bersifat agresif) dan selalu bertentangan dengan nilai-nilai kehidupan sosial

Manusia tidak akan mampu hidup bersama secara damai


PENDEKATAN (PHENOMENOLOGI) 
FOKUS: 
Pengalaman subjektif  pemahaman tentang dunia, melakukan suatu aktivitas berdasarkan interpretasi tentang kejadian atau fenomena atas dasar pengalaman yang dimiliki

Mempelajari karakter alami manusia dalam menginterpretasikan diri & dunia melalui observasi setiap aktivitas

Menolak konsep perilaku seseorang dikendalikan oleh bawah sadar (teori Psikoanalitik) & reaksi terhadap faktor luar (teori Perilaku)
Perilaku seseorang bukan merupakan reaksi atas kekuatan luar yang terkendali, namun merupakan suatu aktualisasi diri sebagai seorang aktor yang mampu melawan takdir

Keyakinan bahwa setiap manusia mampu membangun jalan hidupnya masing-masing, karena memiliki kebebasan untuk memilihj dan menentukan tujuan hidup, sehingga kita dapat menyusun rencana untuk memilih jalan hidupnya

Pendekatan humanistik  pendekatan yang secara tegas membedakan antara manusia & binatang – khususnya sehubungan dengan konsep kebebasan untuk menemukan aktualisasi diri  teori motivasi


Pengertian Definisi (Apa Itu) Psikologi


Bahasa latin : psyche: jiwa & logos: ilmu pengetahuan
Psikologi: ilmu jiwa  abstrak
Studi tentang aktivitas mental manusia
Awal abad 20: Studi tentang perilaku
Asumsi perilaku dasar manusia: 
Penemuan hasil eksperimen tentang binatang dapat digeneralisir untuk memahami organisasi manusia
Perilaku binatang sama dengan perilaku dasar manusia
Studi saintifik tentang perilaku dan proses mental

Tujuan: 
Memahami perilaku yang pada dasarnya dapat diobservasi
Memahami proses mental yang memiliki karakteristik tidak dapat diobservasi langsung, namun dapat dipahami melalui perilaku dan data-data biologi-saraf.
Ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku manusia & berhubungan:

Bidang PENELITIAN: menemukan informasi baru berkenanaan dengan tingkah laku manusia yang berkembang menjadi sub displin dari psikologi

Bidang APLIKASI: menerapkan pengetahuan tentang tingkah laku manusia dalam berbagai masalah prkatis dalam kehidupan manusia

Penjelasan Apa itu Tingkat Ketelitian dan Keyakinan


1.       Tingkat Ketelitian dan Keyakinan
Yang dicari dalam melakukan pengukuran-pengukuran ini adalah waktu yang sebenarnya dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Karena waktu penyelesaian ini tidak pernah diketahui sebelumnya maka harus diadakan pengukuran-pengukuran. Yang ideal tentunya dilakukan pengukuran-pengukuran yang sangat banyak karena dengan demikian diperoleh jawaban yang pasti.

Tingkat ketelitian menunjukan penyimpangan maksimum hasil pengukuran dari waktu penyelesaian sebenarnya hal ini biasanya dinyatakan dalam persen. Sedangkan tingkat keyakinan menunjukan besarnya keyakinan pengukur bahwa hasil yang diperoleh memenuhi syarat ketelitian tadi, inipun dinyatakan dalam persen. Tingkat ketelitian dan tingkat keyakinan adalah pencerminan tingkat kepastian yang diinginkan oleh pengukur setelah memutuskan tidak akan  melakukan pengukuran yang sangat banyak. 

Apa itu Kemampuan penglihatan parsial Visual-spasial


1.       Kemampuan penglihatan parsial
kemampuan Visual-spasial adalah kemampuan untuk secaca mental memanipulasi benda-benda  2-dimensi dan 3 dimensi. Kemampuan ini dapat diukur dengan tes kognitif sederhana yang dapat mempresdiksi kinerja pengguna ketika dihadapkan dengan beberapa jenis user interface.
Beberapa jenis tes kognitif seperti VZ-1 (Form Board), VZ-2 (Paper Folding), dan VZ-3 (surface Development:
1.       Form Board test melibatkan peserta diberikan sebuah bentuk  dan satu set bentuk yang lebih kecil. They are then instructed to determine which combination of small shapes will fill the larger shape completely without overlapping.Mereka kemudian diinstruksikan untuk menentukan kombinasi bentuk benda kecil mana yang akan mengisi bentuk yang lebih besar tanpa tumpang tindih.
2.       Uji Paper Folding melibatkan peserta untuk menunjukkan urutan lipatan dalam secarik kertas, di mana satu set lubang kemudian diberikan pada kertas tersebut. The participants must choose which of a set of unfolded papers with holes corresponds to the one they have just seen. Para peserta harus memilih mana dari satu set lipatan kertas tersebut yang memiliki lubang sesuai dengan yang mereka baru saja lihat.
3.       Uji Surface Development melibatkan peserta dengan memberikan bentuk datar dengan sisi bernomor dan bentuk tiga dimensi dengan sisi berhuruf dan meminta para peserta untuk menunjukkan sisi yang jumlahnya sesuai dengan sisi berhuruf.