Wednesday, September 28, 2011

Ayat Al-Quran dan Keilmuan Teknik Industri



Ayat Al-Quran Yang Berhubungan dengan Keilmuan Teknik Industri


Surat Al-Asr

Demi masa.

Sesungguhnya manusia itu benar-benar beradadalam kerugian,

kecuali orang-orang yang beriman danmengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supayamenetapi kesabaran.


Teknik Industri adalah ilmu yang mempelajari tentang integrasi antara manusia, mesin dan lingkungan kerjanya. Tujuan utama adanya keilmuan ini adalah untuk menghasilkan suatu sistem yang efektif dan efisien dalam lingkup lantai produksi, lingkungan kerja dan manajemen organisasi perusahaan.

Surat Al-Asr memiliki kaitan yang sangat erat dengan keilmuan teknik Industri diantaranya dalam surat Al-Asr disinggung tentang penggunaan waktu, dimana seseorang yang menyia-nyiakan waktu dan tidak mengisi waktu-waktunya dengan amalan-amalan sholeh dan saling nasihat-menasihati akan berada pada kerugian. Dalam keilmuan teknik industri waktu adalah hal yang sangat krusial, seorang teknik industri harus mampu mengefisienkan waktu, tujuannya tentu untuk meningkatkan produktifitas suatu perusahaan.

Monday, September 26, 2011

Pengertian Definisi (Apa itu) Ergonomi (Teknik Industri)


 Ergonomi adalah suatu cabang ilmu sistematis yang memanfaatkan informasi-informasi mengenai sifat, kemampuan, serta keterbatasan manusia, untuk merancang maupun memperbaiki suatu sistem kerja sehingga sistem kerja menjadi Efektif, Aman, Sehat, Nyaman, dan Efisien (EASNE). Ergonomi yang merupakan ilmu perancangan berbasis manusia (Human Centered Design) dirasakan semakin penting hingga saat ini, dikarenakan:
  Manusia adalah sumber daya utama dalam sebuah sistem
  Adanya regulasi nasional maupun internasional mengenai sistem kerja dimana manusia terlibat di dalamnya
  Para pekerja adalah human being
Dengan diterapkannya ergonomi, sistem kerja dapat menjadi lebih produktif dan efisien. Dilihat dari sisi rekayasa, informasi hasil penelitian ergonomi dapat dikelompokkan dalam lima bidang penelitian, yaitu:
1.  Antropometri
2.  Biomekanika
3.  Fisiologi
4.  Penginderaan
5.  Lingkungan fisik 

Pengertian Definisi (Apa itu) ANTROPOMETRI (Ergonomi)


ANTROPOMETRI
Dalam perancangan suatu sistem kerja, pendekatan human centered design akan berusaha mengakomodasi kebutuhan sebanyak mungkin pengguna dari sistem kerja tersebut. Karenanya,  perancang harus mempertimbangkan dimensi tubuh yang berkaitan dari populasi pengguna sistem kerja tersebut agar rancangan yang dibuat sesuai dengan penggunanya. Untuk mencapai hal tersebut, diperlukan sebuah pengetahuan mengenai pengukuran dimensi tubuh manusia yang relevan serta perancangan alat atau benda yang berkaitan. Pengetahuan tersebut disebut juga sebagai Antropometri.

Antropometri dapat dibagi menjadi 2 kelompok besar, yaitu :
1.  Antropometri Statis / Struktural
Pengukuran dimensi pada permukaaan tubuh manusia dengan orang  yang diukur dalam
keadaan diam/statis.
Contoh : pengukuran tinggi badan berdiri.

2.  Antropometri Dinamis / Fungsional
Pengukuran dimensi tubuh manusia dan ciri-ciri fisik lain yang berkaitan saat orang yang diukur sedang bergerak atau sedang melaksanakan   pekerjaan yang berkaitan.
Contoh : pengukuran sudut putaran tangan.

Isu yang perlu diperhatikan adalah adanya variasi dimensi tubuh manusia bahkan dalam populasi yang sama. Adapun faktor penyebab perbedaan ini diantaranya adalah :
1.  Umur
2.  Jenis Kelamin
3.  Rumpun dan Suku Bangsa
4.  Kondisi Sosio Ekonomi serta asupan gizi
5.  Pekerjaan dan aktivitas sehari-hari
6.  Waktu pengukuran

Tipe/Jenis Antropometri Statis dan Dinamis


Antropometri dapat dibagi menjadi 2 kelompok besar, yaitu :
1.  Antropometri Statis / Struktural
Pengukuran dimensi pada permukaaan tubuh manusia dengan orang  yang diukur dalam
keadaan diam/statis.
Contoh : pengukuran tinggi badan berdiri.

2.  Antropometri Dinamis / Fungsional
Pengukuran dimensi tubuh manusia dan ciri-ciri fisik lain yang berkaitan saat orang yang diukur sedang bergerak atau sedang melaksanakan   pekerjaan yang berkaitan.
Contoh : pengukuran sudut putaran tangan.

Isu yang perlu diperhatikan adalah adanya variasi dimensi tubuh manusia bahkan dalam populasi yang sama. Adapun faktor penyebab perbedaan ini diantaranya adalah :
1.  Umur
2.  Jenis Kelamin
3.  Rumpun dan Suku Bangsa
4.  Kondisi Sosio Ekonomi serta asupan gizi
5.  Pekerjaan dan aktivitas sehari-hari
6.  Waktu pengukuran